Trend Euforia Pasca-Sidang Tugas Akhir Mahasiswa Kini: Buat "Pesta Rakyat"
Perayaan Pasca Sidang Skripsi--Fairuz Ainur
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Musim kelulusan selalu membawa cerita tersendiri di lingkungan kampus. Baik mahasiswa yang lulus, maupun teman-temannya nyaris selalu mengiringi momen kelulusan dengan kegiatan-kegiatan yang ber-tone ceria dan bahagia, bahkan heboh. Seru, pokoknya.
Belakangan ini, muncul trend perayaan kelulusan yang lebih seru. Jika dahulu euforia kelulusan baru terasa saat wisuda resmi, kini momen keluar dari ruang sidang justru menjadi puncak perayaan yang tidak kalah meriah dan teatrikal.
BACA JUGA:Soto Qonaah Belakang UIN Malang: Sarapan yang Ramah Kantong untuk Mahasiswa
Berdasarkan pantauan langsung di berbagai universitas dan tren di media sosial, telah terjadi pergeseran perayaan kelulusan. Dari sekadar ucapan selamat menjadi sebuah "pesta rakyat" mini di koridor kampus.
"Ya jujur aja, dengan dirayain gini aku ngerasa semua beban itu hilang meski sementara ya karena masih ada revisi tapi seenggaknya aku bisa merasa lebih lega, senang juga karena dirayakan," ujar Fauzi, salah satu mahasiswa yang selesai melaksanakan sidang skripsi.
Trend ini bermanifestasi dalam beberapa bentuk unik yang kini sudah dianggap sebagai tradisi wajib bagi mahasiswa tingkat akhir:
- Atribut atau Selempang Gelar informal: Begitu mahasiswa dinyatakan lulus oleh dosen penguji, mereka langsung disambut dengan berbagai atribut. Mulai selempang kain bertuliskan nama beserta gelar sarjana tidak resmi (contoh: S.T/Sarjana Teknik, mahkota mainan, hingga kalung berisi jajan (snack).
- Hadiah Non-Konvensional: Buket bunga kini mulai bergeser. Teman-teman terdekat sering memberikan hadiah yang unik, mulai buket uang, saham cetak, sayur-mayur, hingga barang-barang hobi atau kebutuhan kos sehari-hari.
- Banner Lucu: Pemasangan spanduk berukuran sedang sampai besar yang menampilkan foto-foto aib atau masa kecil sang mahasiswa dengan tulisan-tulisan kocak kini menjadi pemandangan lumrah di depan fakultas.
Perayaan setelah sidang skripsi kini telah mengakar menjadi salah satu budaya pop modern dunia perkuliahan di Indonesia. Yakni, menjadi sebuah simbol bahwa kerja keras akademik layak dirayakan secara instan, intim, dan penuh tawa bersama orang-orang terdekat.
Sumber:


