BYD Atto 1 Setelah 5.000 Km: Irit dan Kaya Fitur, Tapi AC serta Suspensinya Dikeluhkan
BYD Atto 1 setelah 5.000 km mendapat pujian soal fitur dan efisiensi, namun AC, suspensi, serta ergonomi kabin masih menuai keluhan.-Yt Purwandana Budyandaka-Yt Purwandana Budyandaka
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – BYD Atto 1 menjadi salah satu mobil listrik yang menarik perhatian konsumen Indonesia berkat harga yang terjangkau dan fitur yang melimpah. Namun setelah digunakan selama sekitar lima bulan dan menempuh jarak 5.000 kilometer, sejumlah kelebihan dan kekurangan mulai dirasakan oleh pemiliknya.
Dalam pengalaman penggunaan harian, BYD Atto 1 varian Dynamic yang dibeli dengan harga Rp195 juta dinilai menawarkan nilai yang sangat menarik. Meski demikian, ada beberapa catatan yang dianggap cukup mengganggu, terutama terkait kenyamanan dan ergonomi.
Keluhan pertama datang dari desain eksterior. Pemilik menilai tampilan mobil ini masih terasa unik dan tidak biasa. Proporsinya dianggap menyerupai mobil sport yang dibuat lebih pendek sehingga memberikan kesan berbeda dibanding hatchback atau SUV kompak pada umumnya. Meski begitu, penilaian ini bersifat subjektif dan kembali pada selera masing-masing pengguna.
Posisi Cup Holder dan Pengaturan AC Dinilai Kurang Praktis
Masalah lain yang cukup sering dirasakan adalah posisi cup holder di konsol tengah. Bagi pengguna yang sering membawa tumbler berukuran besar, letaknya dianggap mengganggu saat bermanuver atau memutar setir.
Selain itu, pengaturan AC menjadi salah satu fitur yang paling banyak dikritik. BYD Atto 1 belum dibekali climate control dengan tampilan temperatur dalam satuan derajat. Pengaturan suhu dan arah hembusan udara harus dilakukan melalui layar sentuh, sehingga dinilai kurang praktis saat berkendara.
Pengguna harus membuka menu AC terlebih dahulu untuk mengubah kecepatan kipas atau arah hembusan udara. Kondisi ini dianggap dapat mengurangi fokus saat mengemudi dibanding penggunaan tombol fisik konvensional.
Tidak Ada Batas Maksimum Pengisian Baterai
Kekurangan lain yang disoroti adalah absennya fitur pembatas kapasitas pengisian baterai. Pengguna tidak bisa mengatur pengisian berhenti otomatis di level 80 persen atau 90 persen.
Padahal fitur tersebut cukup penting bagi sebagian pemilik mobil listrik untuk membantu menjaga usia pakai baterai dalam jangka panjang. Akibatnya, pengguna harus menghitung sendiri estimasi waktu pengisian yang dibutuhkan.
Suspensi Kaku dan Road Noise Masih Terasa
Karakter suspensi BYD Atto 1 juga menjadi perhatian. Mobil ini memiliki bantingan yang cenderung kaku, sebuah karakter yang umum ditemukan pada kendaraan listrik karena bobot baterai yang cukup besar.
Di jalan mulus, suspensi terasa stabil dan nyaman. Namun ketika melewati jalan bergelombang atau berlubang, guncangan masih cukup terasa masuk ke kabin.
Selain itu, kebisingan ban atau road noise juga masih terdengar saat mobil melaju pada kecepatan menengah hingga tinggi. Menurut pengguna, hal ini lebih disebabkan oleh karakter ban bawaan yang berorientasi pada efisiensi energi dibanding kenyamanan suara.
Harga Murah dan Fitur Melimpah Jadi Nilai Jual
Di balik sejumlah kekurangan tersebut, BYD Atto 1 tetap mendapat banyak pujian. Faktor utama adalah harga yang dinilai sangat kompetitif.
Dengan banderol di bawah Rp200 juta saat pertama diluncurkan, mobil listrik ini sudah dibekali berbagai fitur modern seperti cruise control, electronic parking brake, auto hold, mode berkendara Eco, Normal dan Sport, serta pengaturan karakter setir dan pengereman.
Pengalaman berkendara juga dinilai cukup baik. Setir terasa ringan namun tetap memberikan umpan balik yang jelas. Karakter pedal gas dan rem juga dianggap natural, tidak seperti beberapa mobil listrik lain yang terkadang terasa terlalu agresif atau sulit diprediksi.
Biaya Operasional Sangat Hemat
Sumber: yt purwandana budyandaka
