MG4 EV Bekas Rp280 Juta, Masih Layak Dibeli? Simak Tips Cek Mobil Listrik Second Sebelum Membeli
MG4 EV bekas kini dijual sekitar Rp280 juta. Simak tips membeli mobil listrik second, cek baterai, garansi, hingga biaya operasionalnya.-Yt Purwandana Budyandaka-Yt Purwandana Budyandaka
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Tren kendaraan listrik bekas mulai menarik perhatian konsumen Indonesia. Harga yang lebih terjangkau dibanding unit baru membuat banyak orang mulai melirik pasar mobil listrik second. Salah satu contohnya adalah MG4 EV bekas yang kini bisa ditemukan di kisaran Rp280 juta dengan kondisi relatif muda dan kilometer rendah.
Namun, seperti halnya kendaraan bekas lainnya, membeli MG4 EV bekas maupun mobil listrik second tetap memerlukan pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari kondisi fisik kendaraan, riwayat penggunaan, hingga kelengkapan garansi menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebelum memutuskan transaksi.
Dalam sebuah ulasan otomotif, sebuah unit MG4 EV bekas tahun 2024 dengan odometer sekitar 9.000 kilometer menjadi contoh menarik bagaimana mobil listrik bekas dapat menawarkan nilai ekonomis yang cukup tinggi bagi konsumen.
Cek Fisik Tetap Jadi Prioritas Utama
Meski mobil listrik memiliki komponen mekanis yang lebih sedikit dibanding mobil bermesin bensin atau diesel, kondisi fisik kendaraan tetap wajib diperiksa secara detail.
Pada unit yang diulas, ditemukan bagian lips bumper depan yang mengalami lecet akibat gesekan dengan jalan atau tanjakan. Kerusakan tersebut tergolong ringan dan sedang dalam proses perbaikan.
Selain itu, calon pembeli juga disarankan memastikan tidak ada bekas tabrakan besar, perbaikan rangka, maupun indikasi kendaraan pernah terendam banjir. Pemeriksaan bodi dari bagian depan hingga belakang menjadi langkah dasar yang tidak boleh dilewatkan.
Harga Jauh Lebih Murah dari Unit Baru
Salah satu alasan utama mobil listrik bekas mulai diminati adalah depresiasi harga yang cukup signifikan.
MG4 EV Magnify i-Smart tahun 2024 yang saat baru dibanderol di kisaran Rp400 jutaan kini ditawarkan sekitar Rp280 juta secara tunai. Dengan usia kendaraan yang baru sekitar satu tahun dan jarak tempuh di bawah 10 ribu kilometer, selisih harga tersebut menjadi daya tarik tersendiri.
Bagi konsumen yang mengutamakan value for money, kondisi seperti ini dianggap menguntungkan karena mendapatkan kendaraan yang masih relatif baru dengan harga jauh lebih rendah dibanding unit showroom.
Bonus Wall Charger Jadi Nilai Tambah
Keuntungan lain yang bisa diperoleh dari membeli mobil listrik bekas adalah kemungkinan mendapatkan aksesori tambahan dari pemilik sebelumnya.
Dalam kasus MG4 EV tersebut, pembeli mendapatkan wall charger yang sebelumnya sudah dipasang oleh pemilik lama. Padahal, harga perangkat wall charger beserta biaya instalasi dapat mencapai jutaan rupiah.
Selain charger portable bawaan pabrikan, keberadaan wall charger membuat proses pengisian daya di rumah menjadi lebih praktis dan cepat.
Biaya Operasional Sangat Rendah
Salah satu faktor yang paling sering menjadi pertimbangan konsumen adalah biaya operasional.
Pemilik MG4 EV bekas tersebut mengungkapkan bahwa pajak tahunan kendaraan hanya sekitar Rp143 ribu. Angka tersebut jauh lebih rendah dibanding mayoritas mobil konvensional di kelas harga yang sama.
Sumber: yt purwandana budyandaka

