Yang Ditunggu-tunggu Akhirnya Datang Juga: Pabrik Cairan Infus Muhammadiyah
Ilustrasi cairan infus. Muhammadiyah akhirnya membangun pabrik infus sendiri: PT Suryavena Farma Indonesia. -ist--
DUA tahun lalu saya membaca kabar yang membuat saya tersenyum bangga. Ketua Umum PP Muhammadiyah mengumumkan rencana besar: Muhammadiyah akan membangun pabrik cairan infus sendiri.
Bagi sebagian orang, kabar itu mungkin terdengar biasa saja. Tetapi bagi saya, itu adalah langkah strategis yang luar biasa. Cairan infus merupakan kebutuhan dasar pelayanan kesehatan. Setiap hari digunakan oleh rumah sakit dan klinik dalam jumlah besar.
Muhammadiyah yang memiliki jaringan rumah sakit dan klinik di berbagai daerah tentu membutuhkan pasokan yang tidak sedikit. Diperkirakan sekitar 130 rumah sakit dan lebih dari 300 klinik milik Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam setahun butuh 15 juta botol cairan infus.

Peluncuran PT Suryavena Farma Indonesia, badan usaha milik Muhammadiyah yang akan memproduksi cairan infus. -Foto/dok.ppmuhammadiyah--
Karena itu, ketika Muhammadiyah memutuskan masuk ke industri produksi cairan infus, saya melihatnya sebagai wujud nyata kemandirian organisasi. Dan hari ini, kabar yang ditunggu-tunggu itu akhirnya datang.
Barusan beredar undangan di grup WhatsApp Majelis Pendayagunaan Wakaf PP Muhammadiyah. Isinya mengundang para anggota untuk menghadiri peresmian pabrik PT Suryavena Farma Indonesia di Karangploso, Malang, Jawa Timur, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2027 hingga awal 2028, dengan mengedepankan standar produksi farmasi steril sesuai regulasi yang berlaku.
Joko Intarto, penulis. -pwmu.co--
Ternyata setelah pengumuman dua tahun lalu, Muhammadiyah tidak hanya berhenti pada rencana. Organisasi ini langsung bergerak cepat. Sambil membangun pabrik sendiri, Muhammadiyah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memproduksi cairan infus melalui sistem makloon.
Produknya sudah menggunakan merek Suryavena, meskipun saat itu proses produksinya masih dilakukan di pabrik milik mitra.
Sebuah langkah yang cerdas. Pelayanan tetap berjalan, pasar mulai dibangun, sementara pembangunan pabrik terus berlangsung.
Kini, setelah melalui proses yang panjang, pabrik tersebut akhirnya berdiri dan siap diresmikan.
Penandatanganan pendirian PT Suryavena Farma Indonesia sebagai entitas bisnis baru PP Muhammadiyah di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (13/4/2026). -antara--
Ini bukan sekadar peresmian sebuah bangunan industri. Ini adalah bukti bahwa Muhammadiyah mampu mengubah gagasan menjadi kenyataan. Dari sebuah visi menjadi karya nyata. Dari sebuah rencana menjadi fasilitas produksi yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sumber:
