1 tahun disway

Wuling Air EV vs BYD Atto 1 Diuji ke Sentul, Siapa Lebih Irit dan Lebih Kencang?

Wuling Air EV vs BYD Atto 1 Diuji ke Sentul, Siapa Lebih Irit dan Lebih Kencang?

Perbandingan Wuling Air EV vs BYD Atto 1 di rute Sentul mengungkap siapa yang lebih irit baterai, lebih kencang, dan lebih hemat biaya.-Yt Koko Driver-Yt Koko Driver

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Perbandingan Wuling Air EV vs BYD Atto 1 kembali menjadi perhatian pecinta kendaraan listrik. Dalam sebuah perjalanan dari Gading Serpong menuju kawasan Sentul, kedua mobil listrik tersebut diuji secara langsung untuk melihat konsumsi baterai, performa akselerasi, hingga kemampuan menaklukkan tanjakan.

Perjalanan dimulai dengan kondisi baterai berbeda. Wuling Air EV yang dijuluki "Aling" memulai perjalanan dengan kapasitas baterai 95 persen, sedangkan BYD Atto 1 yang dijuluki "Atoy" berangkat dengan baterai 91 persen. Tujuan perjalanan adalah kawasan Upper Cliff Resort and Cafe Sentul dengan jarak tempuh sekitar 79 kilometer.

Sejak awal perjalanan, pengemudi mencoba membandingkan performa kedua kendaraan. Beberapa kali dilakukan pengujian akselerasi di jalan tol yang relatif lengang untuk mengetahui siapa yang lebih unggul dalam hal tenaga dan respons motor listrik.

Adu Akselerasi di Tol

Dalam beberapa kali percobaan akselerasi dari posisi diam maupun rolling start, BYD Atto 1 terlihat lebih unggul dibandingkan Wuling Air EV. Meski keduanya menggunakan tenaga listrik, perbedaan output motor membuat Atto 1 mampu meninggalkan Air EV dengan jarak yang cukup signifikan.

Pengemudi bahkan mengulangi tes beberapa kali untuk memastikan hasilnya konsisten. Hasilnya tetap sama, BYD Atto 1 memiliki akselerasi yang lebih agresif dan responsif dibandingkan rivalnya.

Namun, keunggulan tenaga tersebut belum tentu berbanding lurus dengan efisiensi energi. Karena itu, pengujian berlanjut dengan memantau konsumsi baterai selama perjalanan menuju Sentul.

Konsumsi Baterai Nyaris Berimbang

Sepanjang perjalanan melalui Tol Serpong-Cinere hingga Jagorawi, kedua mobil menunjukkan konsumsi energi yang cukup mirip. Bahkan sempat muncul dugaan bahwa Wuling Air EV lebih boros karena persentase baterainya turun lebih cepat.

Namun setelah dilakukan pengecekan ulang sesampainya di lokasi tujuan, ditemukan adanya koreksi data. Baterai Wuling Air EV ternyata tersisa 57 persen, bukan 53 persen seperti yang sempat disebut sebelumnya.

Dengan kapasitas baterai sekitar 26,7 kWh dan penggunaan 38 persen energi, konsumsi listrik Air EV dihitung sekitar 10,14 kWh. Sementara BYD Atto 1 dengan baterai sekitar 30,08 kWh dan penggunaan 35 persen energi menghabiskan sekitar 10,53 kWh.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara konsumsi energi riil, Wuling Air EV sedikit lebih hemat dibandingkan BYD Atto 1.

Tanjakan Sentul Jadi Ujian Berikutnya

Memasuki kawasan Sentul, kedua mobil menghadapi tanjakan dengan kemiringan yang diklaim mencapai sekitar 10 derajat. Kondisi jalan menanjak menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan kendaraan listrik saat membutuhkan torsi besar.

Baik Wuling Air EV maupun BYD Atto 1 mampu melewati tanjakan tanpa kesulitan berarti. Karakter motor listrik yang menghasilkan torsi instan membuat keduanya tetap mampu melaju tanpa perlu ancang-ancang seperti mobil bermesin konvensional.

Pengemudi bahkan mengaku terkesan dengan kemampuan Air EV saat menaklukkan tanjakan curam. Meski dimensinya lebih kecil dan tenaga lebih rendah, mobil tersebut tetap mampu mengikuti laju kendaraan di depannya dengan baik.

Biaya Perjalanan Hanya Belasan Ribu Rupiah

Salah satu temuan menarik dari pengujian ini adalah biaya energi yang sangat rendah. Dengan asumsi tarif pengisian daya rumah sekitar Rp1.700 per kWh, biaya perjalanan sejauh 79 kilometer menggunakan Wuling Air EV diperkirakan sekitar Rp17.250.

Sumber: yt koko driver

Berita Terkait