Sering Dikonsumsi Anak Muda, Makanan Ini Bisa Picu Asam Urat Generasi Milenial
Ilustrasi sering ditemukan kasus asam urat menyerang generasi milenial di perkotaan. -klikdokter--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Perubahan gaya hidup, terutama pola konsumsi makanan yang serba instan dan tinggi kalori. Itulah salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatnya kasus asam urat. Bukan hanya kalangan lanjut usia, sering ditemukan kelompok usia produktif atau generasi milenial (usia 20-an hingga 30-an) di perkotaan mengalami gangguan tersebut.
Pada dasarnya, asam urat merupakan senyawa alami hasil pemecahan purin di dalam tubuh. purin berasal dari produksi alami tubuh maupun asupan makanan. Ketika kadar purin yang masuk terlalu tinggi, tubuh akan menghasilkan asam urat dalam jumlah berlebih.
BACA JUGA:Rahasia Sehat dari Dapur: 9 Keajaiban Rebusan Serai dan Bawang Putih untuk Tubuh
Jika ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal melalui urin, kristal asam urat dapat menumpuk di persendian. Lalu memicu peradangan. Gejalanya antara lain: nyeri sendi mendadak, pembengkakan, rasa panas, hingga kemerahan pada area yang terkena.

Makanan laut (seafood). Ada beberapa jenis seafood yang harus dibatasi agar terhindar dari asam urat.-bearfotos-magnific--
Untuk mencegah kondisi semakin parah, ada beberapa jenis makanan yang perlu dibatasi. Pertama, hidangan laut tertentu. Seperti udang, kepiting, kerang, dan ikan sarden.
Meski dikenal sebagai sumber protein dan omega-3, beberapa jenis seafood memiliki kandungan purin yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Juga memicu keluhan nyeri sendi.
BACA JUGA:Mengungkap Keistimewaan Daun Kelor: Antara Mitos Leluhur dan Khasiat Kesehatan
Kedua adalah daging merah dan jeroan. Berbagai makanan seperti steak, sate kambing, burger, hingga olahan organ dalam. Seperti hati, usus, dan babat. Itu semua mengandung purin yang relatif tinggi.

Kolesterol naik setelah makan daging atau asam urat, tenang, selalu ada cara alami untuk menurunkannya-stockking-freepik.com--
Jika dikonsumsi terlalu sering, makanan tersebut dapat meningkatkan risiko hiperurisemia atau kadar asam urat tinggi dalam darah.
Ketiga, minuman manis dengan kandungan fruktosa tinggi. Minuman bersoda, teh kemasan, kopi susu kekinian, hingga minuman dengan tambahan gula berlebih. Itu dapat mendorong pembentukan asam urat di organ hati.
BACA JUGA:Tertawa Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Bisa Redakan Stres secara Alami
Karena itu, membatasi konsumsi makanan dan minuman tersebut menjadi langkah penting. Demi menjaga kesehatan sendi. Sebagai gantinya, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih. Setidaknya dua liter per hari. Kebiasaan itu dapat membantu proses pembuangan zat sisa melalui ginjal.
Sumber:
