1 tahun disway

Jejak Historis Pasar Burung Splendid, Oase Satwa di Jantung Kota Malang

Jejak Historis Pasar Burung Splendid, Oase Satwa di Jantung Kota Malang

Pasar Buru Kota Malang di jalan Tumapel -panca rp-

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Bagi masyarakat Malang Raya, nama "Splendid" tentu sudah tidak asing lagi. Kawasan yang terletak di Jalan Tumapel, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen ini bukan sekadar tempat transaksi jual beli hewan. Splendid juga dikenal sebagai sebuah simbol budaya dan ruang nostalgia yang telah bertahan sepanjang zaman.

​Dikenal luas sebagai Pasar Burung Splendid, tempat ini menyimpan rekam jejak sejarah yang panjang, dihapus sejak masa kolonial Hindia Belanda.

BACA JUGA:Wali Kota Malang Kenalkan Strategi “Malang Mbois Berkelas” di Jakarta Future Festival 2026

Warisan Tata Kota Thomas Karsten

​Sejarah Pasar Burung Splendid tidak dapat dipisahkan dari cetak biru tata kota Malang yang dirancang oleh arsitek terkenal Belanda, Herman Thomas Karsten, pada dekade 1920-an.

​Kawasan Splendid awalnya dirancang sebagai zona hijau dan kawasan rekreasi yang menyatu dengan pusat pemerintahan (Stadhuis atau Alun-Alun Tugu sekarang). Nama "Splendid" sendiri diambil dari nama penginapan legendaris yang dulu berdiri di dekat kawasan tersebut, yaitu Splendid Inn.

​Awalnya, kawasan ini berfungsi sebagai pasar tanaman hias untuk mempercantik pemukiman warga Eropa di sekitarnya. Namun seiring berjalannya waktu dan tingginya minat masyarakat lokal terhadap kegemaran memelihara burung berkicau (kicau mania), para pedagang burung mulai berdatangan dan menggelar dagangannya di kawasan ini sekitar tahun 1960-an hingga 1970-an.

BACA JUGA:Libur Sekolah Makin Hemat, KAI Beri Diskon Tiket Kereta 30 Persen dari Malang ke Berbagai Kota

​Menjadi Pusat Satwa Terbesar di Malang Raya

​Melihat potensi ekonomi dan daya tarik wisata yang besar, Pemerintah Kota Malang kemudian meresmikan dan menata kawasan ini secara legal sebagai pasar burung pada medio 1990-an.

​Sejak saat itu, Pasar Burung Splendid mengalami perkembangan yang pesat. Tidak hanya menjadi surga bagi para pencinta unggas, pasar ini berevolusi menjadi pasar satwa yang lengkap. Kini, area Splendid terbagi menjadi beberapa zona:

​Zona Burung dan Unggas: Menyediakan berbagai jenis burung berkicau, burung hias, hingga pakan dan sangkar estetika.

​Zona Pasar Ikan Hias: Menampilkan warna-warni ikan air tawar, akuarium, dan perlengkapannya.

BACA JUGA:Menggoyang Lidah di Pantai Ngliyep, Menikmati Sensasi Kuliner Seafood Donomulyo

​Zona Hewan Peliharaan Lain: Mulai dari kucing, kelinci, hamster, hingga reptil eksotis.

​Zona Pasar Bunga: Terletak di sebelahnya, menyajikan rupa-rupa tanaman hias dan bunga potong.

​Lebih dari Sekadar Pasar: Ruang Sosial dan Tradisi

​Bagi warga Kota Malang, Splendid bukan sekadar tempat berbelanja. Pasar ini telah bertransformasi menjadi ruang interaksi sosial lintas generasi. Setiap pagi, terutama di akhir pekan, tempat ini dipenuhi oleh riuh rendah kicauan burung yang dipadukan dengan tawar-menawar khas sapaan Areman.

​"Ke Splendid itu bukan hanya mau beli burung, tapi cari suasana. Ngopi sambil mendengar suara burung di tengah kota itu punya ketenangan tersendiri," ujar Agus, Sabtu (6/6) salah satu pengunjung setia asal Sukun.

​Meski zaman telah berubah menjadi serba digital, eksistensi Pasar Burung Splendid tetap kokoh. Keberadaannya menjadi bukti bagaimana sebuah ruang publik warisan kolonial mampu beradaptasi dengan budaya lokal dan bertahan sebagai salah satu ikon wisata edukasi serta perputaran ekonomi kreatif di Kota Malang.

Sumber: