Veda Ega Pratama Selamatkan Tiket Q2 Moto3 Mugello, Bangkit Dramatis di Lap Terakhir
Veda Ega Pratama lolos langsung ke Q2 Moto3 Mugello 2026 setelah bangkit dramatis di lap terakhir. Scott Ogden jadi kejutan terbesar sesi practice.-Yt Sport3 Indonesia-Yt Sport3 Indonesia
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dalam sesi Practice Moto3 GP Mugello 2026. Pembalap muda Indonesia itu sukses mengamankan tiket langsung ke Q2 setelah mencatatkan lap terbaiknya pada momen-momen terakhir sesi yang berlangsung penuh drama.
Performa Veda Ega Pratama di Mugello sempat membuat pendukungnya cemas. Sejak awal sesi, pembalap Honda Team Asia tersebut kesulitan menemukan ritme terbaik di lintasan yang sudah sepenuhnya kering. Namanya bahkan sempat tertahan jauh di luar zona aman yang menjadi syarat lolos langsung ke Q2.
Di tengah ketatnya persaingan Moto3 Mugello 2026, setiap pembalap dituntut tampil sempurna. Selisih waktu yang sangat tipis membuat satu kesalahan kecil bisa berdampak besar terhadap posisi di klasemen sesi practice. Situasi inilah yang juga dialami Veda sepanjang jalannya latihan.
Sejak lampu hijau menyala, sejumlah pembalap langsung menunjukkan kecepatan impresif. Adrian Fernandez dari Leopard Racing menjadi salah satu rider pertama yang tampil dominan. Pembalap Spanyol itu mampu mencatatkan waktu kompetitif di kisaran 1 menit 55 detik dan sempat menjadi patokan bagi para rivalnya.
Tak hanya Fernandez, David Almansa dari Liqui Moly Dynavolt Intact GP juga tampil konsisten di kelompok terdepan. Sementara Alvaro Carpe dari Red Bull KTM Ajo memilih pendekatan berbeda dengan membangun kecepatannya secara bertahap hingga akhirnya mengamankan posisi ke-12 dan lolos langsung ke Q2.
Drama juga menghampiri Maximo Quiles. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team itu sempat terancam tersingkir dari zona aman. Namun catatan waktunya bertahan hingga akhir sesi dan membuatnya finis di posisi ke-14, tepat di batas terakhir pembalap yang berhak melaju langsung ke Q2.
Kejutan terbesar justru datang dari Scott Ogden. Pembalap asal Inggris yang membela CIP Green Power tersebut tampil luar biasa pada pertengahan sesi. Dengan satu lap nyaris sempurna, Ogden mencatatkan waktu 1 menit 55,802 detik dan langsung melesat ke puncak klasemen.
Posisi Ogden kemudian mendapat tekanan dari Marco Morelli. Rider muda asal Argentina itu mampu menempel ketat dengan selisih hanya 0,036 detik. Persaingan di papan atas pun menjadi bukti betapa sengitnya kelas Moto3, di mana perbedaan sepersekian detik bisa menentukan posisi akhir.
Sementara itu, perhatian publik Indonesia tertuju pada perjuangan Veda Ega Pratama. Sepanjang sesi, pembalap asal Gunungkidul tersebut beberapa kali kehilangan peluang memperbaiki catatan waktu akibat pelanggaran track limits. Kondisi itu membuatnya terus berada di luar zona aman hingga sesi memasuki lima menit terakhir.
Dalam situasi penuh tekanan, Veda dan tim memutuskan masuk pit untuk melakukan penyesuaian terakhir. Keputusan tersebut menjadi penentu nasibnya. Namun pada lap berikutnya, Veda masih kehilangan waktu di sektor ketiga sehingga peluang lolos langsung ke Q2 tampak semakin sulit.
Saat bendera kotak-kotak hampir dikibarkan, Veda akhirnya menunjukkan kualitas terbaiknya. Pada lap ke-12, ia berhasil memperbaiki catatan di sektor kedua dan sektor ketiga. Memanfaatkan slipstream secara maksimal di trek lurus Mugello, motor Honda Team Asia miliknya melesat hingga 241 km/jam.
Hasilnya, Veda mencatatkan waktu 1 menit 56,307 detik dan langsung melonjak ke posisi kesembilan. Catatan tersebut cukup untuk mengamankan tiket langsung ke Q2 dan menghindarkannya dari persaingan berat di Q1.
Di sisi lain, sejumlah pembalap harus menerima kenyataan pahit. Bryan Uriarte gagal lolos langsung ke Q2 setelah finis di posisi ke-15 dengan selisih hanya 0,072 detik dari Maximo Quiles. Guido Pini yang sempat berada di kelompok 10 besar juga harus puas mengakhiri sesi di posisi ke-17.
Hasil practice Moto3 GP Mugello 2026 ini menunjukkan bahwa persaingan masih sangat terbuka. Scott Ogden tampil sebagai kejutan terbesar, Marco Morelli menunjukkan ancaman serius, sementara Veda Ega Pratama membuktikan kemampuannya bangkit di bawah tekanan.
Sumber: youtube sport3 indonesia




