VinFast VF5 Jadi Sorotan Usai Taksi Listrik Diduga Mogok di Rel Bekasi Timur
Taksi listrik Green SIM diduga mogok di rel Bekasi Timur hingga sebabkan kecelakaan maut. Publik soroti keamanan VinFast VF5 dan sistem operasional.-Yt Lensa Otomotif-Yt Lensa Otomotif
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Kecelakaan maut yang melibatkan taksi listrik Green SIM di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian publik. Insiden tragis yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 itu menimbulkan korban jiwa hingga belasan orang dan memicu pertanyaan besar soal keamanan kendaraan listrik untuk transportasi umum.
Dalam peristiwa tersebut, sebuah taksi listrik diduga berhenti dan terkunci di atas rel kereta api di kawasan Ampera, Bekasi Timur. Tak lama kemudian, kendaraan itu tertabrak kereta komuter yang melintas. Situasi semakin parah ketika rangkaian kereta yang tertahan kemudian dihantam kereta Argo Bromo.
Akibat kecelakaan beruntun tersebut, sedikitnya 15 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini pun langsung menjadi sorotan luas di media sosial maupun kalangan pemerhati transportasi publik.
Dugaan Kendaraan Terkunci di Atas Rel
Berdasarkan keterangan pengemudi, mobil listrik yang digunakan tiba-tiba tidak bisa bergerak saat berada tepat di atas perlintasan rel. Pengemudi menyebut kendaraan seperti terkunci dan tidak merespons ketika hendak dijalankan.
Pernyataan itu memunculkan dua kemungkinan yang kini ramai diperdebatkan publik, yakni dugaan gangguan teknis kendaraan atau human error dari pengemudi.
Taksi listrik yang digunakan diketahui merupakan VinFast VF5, mobil listrik asal Vietnam yang memang mulai digunakan untuk armada transportasi online dan taksi di sejumlah kota besar Indonesia.
Secara spesifikasi, kendaraan tersebut sebenarnya dibekali berbagai fitur keselamatan modern. Mobil ini memiliki sistem ABS, EBD, brake assist, electronic stability control, hill start assist, dual airbags, sensor parkir, kamera belakang, hingga ISOFIX untuk keamanan penumpang.
VinFast VF5 Dinilai Cocok untuk Perkotaan
VinFast VF5 dikenal sebagai mobil listrik kompak yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas perkotaan. Desainnya ringkas sehingga dinilai cocok menghadapi lalu lintas padat di kota besar.
Selain itu, kabin kendaraan juga disebut cukup nyaman untuk penggunaan harian, baik bagi pengemudi maupun penumpang. Posisi duduk ergonomis dan ruang kabin yang relatif lega menjadi salah satu keunggulan mobil listrik ini.
Namun di balik berbagai kelebihan tersebut, publik mulai menyoroti sejumlah insiden lain yang melibatkan armada taksi listrik serupa. Beberapa kejadian yang sempat viral antara lain kendaraan naik trotoar, masuk selokan, hingga mogok di lokasi berbahaya.
Rangkaian insiden itu memunculkan persepsi bahwa ada masalah yang perlu dievaluasi lebih dalam, baik dari sisi kendaraan, sistem operasional perusahaan, maupun kualitas pengemudi.
Evaluasi Sistem dan Pelatihan Pengemudi Dinilai Penting
Pengamat menilai operator transportasi publik wajib melakukan evaluasi menyeluruh setelah insiden besar di Bekasi Timur tersebut. Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi kendaraan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mengoperasikan armada listrik.
Sebab, mobil listrik memiliki karakteristik berbeda dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional. Pengemudi membutuhkan pemahaman khusus terkait sistem kendaraan, mode berkendara, hingga prosedur penanganan darurat ketika terjadi gangguan teknis.
Karena itu, proses rekrutmen, pelatihan, dan pengawasan terhadap pengemudi dinilai harus dilakukan lebih ketat. Kesalahan kecil dalam transportasi publik bisa berdampak besar terhadap keselamatan banyak orang.
Jadi Pengingat Penting bagi Industri Kendaraan Listrik
Sumber: youtube lensa otomotif




