Veda Ega Pratama Dijuluki Boeing 954, Statistik Debutnya Lampaui Rossi dan Marc Marquez
Veda Ega Pratama dijuluki Boeing 954 usai tampil ganas di Moto3 2026. Statistik debutnya bahkan melampaui Rossi dan Marc Marquez.-SC YouTube-SC YouTube
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Nama Veda Ega Pratama semakin mengguncang paddock Moto3 2026. Pembalap muda asal Gunung Kidul, Yogyakarta itu kini tidak hanya menjadi sorotan publik Indonesia, tetapi juga mulai mencuri perhatian media internasional berkat performa eksplosifnya bersama Honda Team Asia.
Dalam beberapa seri awal Moto3 2026, Veda Ega Pratama tampil luar biasa dan mulai dibandingkan dengan legenda seperti Valentino Rossi hingga Marc Márquez. Bukan tanpa alasan, statistik awal karier Veda di Grand Prix dinilai lebih impresif dibanding dua ikon MotoGP tersebut.
Veda menjadi pembicaraan hangat setelah aksinya di sirkuit Jerez. Saat para pembalap lain kesulitan menjaga ritme, rider bernomor 54 itu justru tampil agresif dengan top speed tinggi. Honda NSF250RW miliknya mencatat kecepatan hingga 222,2 km/jam di speed trap. Angka tersebut membuat paddock Moto3 heboh hingga muncul julukan “Boeing 954” yang viral di media sosial.
Statistik Veda Lampaui Rossi dan Marc Marquez
Performa Veda Ega Pratama musim ini memang bukan sekadar sensasi sesaat. Dalam lima seri awal Moto3 2026, ia sukses mengumpulkan 50 poin. Catatan tersebut bahkan melampaui raihan awal Valentino Rossi saat debut Grand Prix kelas 125cc pada 1996 yang hanya mengoleksi 46 poin tanpa podium.
Tak hanya Rossi, statistik awal Veda juga lebih baik dibanding Marc Marquez pada musim debut Grand Prix 2008. Ketika itu, Marquez hanya mampu meraih empat poin dalam empat balapan awal.
Pencapaian itu membuat nama Veda mulai ramai dibahas media Eropa. Banyak pengamat MotoGP menilai Indonesia akhirnya memiliki talenta muda yang mampu bersaing di level dunia.
“Yang membuat Veda berbeda bukan hanya hasil akhirnya, tetapi cara dia meraih hasil tersebut,” tulis salah satu media balap Eropa yang menyoroti aksi agresif pembalap Indonesia itu.
Gaya Balap Agresif Jadi Sorotan
Veda dikenal memiliki gaya balap agresif dengan pengereman sangat terlambat dan corner speed tinggi. Karakter itu terlihat jelas saat tampil di Le Mans dalam kondisi trek basah dan cuaca dingin.
Saat banyak rider kehilangan grip dan terjatuh, Veda justru tampil tenang. Start dari posisi ke-14, ia perlahan merangsek ke grup depan hingga akhirnya finish di posisi keempat.
Penampilan tersebut membuat banyak analis MotoGP mulai membedah data telemetrinya. Hasilnya cukup mengejutkan karena Veda mampu mempertahankan kecepatan tikungan lebih tinggi dibanding sebagian rivalnya.
Tak sedikit yang mulai menyebut Veda memiliki kombinasi gaya balap Marc Marquez dan Valentino Rossi. Ia agresif saat menyerang, tetapi tetap tenang dalam membaca situasi balapan.
Indonesia Mulai Punya Ancaman Serius di Moto3
Kemunculan Veda Ega Pratama menjadi angin segar bagi dunia balap Indonesia. Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenal hanya sebagai pasar besar MotoGP tanpa memiliki pembalap yang benar-benar kompetitif di level Grand Prix.
Kini situasinya mulai berubah. Setiap seri Moto3 2026, nama Veda selalu menjadi sorotan. Fans Indonesia bahkan rela bangun dini hari demi menyaksikan aksinya di lintasan Eropa.
Honda Team Asia pun perlahan mulai menjadikan Veda sebagai pusat proyek pengembangan mereka di kelas ringan Grand Prix. Apalagi pembalap berusia 17 tahun tersebut dinilai masih belum mencapai batas maksimal kemampuannya.
Sumber: youtube




