Veda Ega Pratama Bikin Paddock Moto3 2026 Resah, Rossi dan Marc Marquez Sampai Dibandingkan
Veda Ega Pratama bikin paddock Moto3 2026 resah. Statistik dan gaya balapnya mulai dibandingkan dengan Valentino Rossi dan Marc Marquez.-SC YouTube-SC YouTube
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Nama Veda Ega Pratama kini mulai mengguncang paddock Moto3 2026. Pembalap muda asal Gunung Kidul, Yogyakarta, itu tidak lagi dianggap sekadar rookie biasa setelah tampil konsisten dan berani menantang dominasi rider-rider Eropa di musim debutnya.
Sorotan terhadap Veda semakin besar jelang Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Bahkan sejumlah media Italia dan Spanyol mulai membandingkan statistik awal karier Veda dengan legenda MotoGP seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Dalam beberapa seri awal Moto3 2026, Veda sukses mengoleksi poin besar dan bertahan di papan atas klasemen dunia. Catatan itu dianggap tidak normal untuk ukuran rookie karena kebanyakan pembalap debutan biasanya membutuhkan waktu panjang untuk beradaptasi.
Gaya Balap Veda Sulit Dibaca Rival
Performa Veda mulai benar-benar mencuri perhatian saat tampil luar biasa di Catalunya. Meski start dari posisi belakang, rider Honda Team Asia itu mampu melakukan comeback agresif dengan menyalip banyak pembalap hanya dalam beberapa lap awal.
Aksi overtakenya bahkan disebut membuat komentator terkejut karena terlalu berani. Veda beberapa kali melakukan late braking ekstrem dengan racing line yang tidak biasa.
Menariknya, sejumlah rider Eropa disebut kesulitan membaca gaya balap Veda karena tidak terlalu bergantung pada pola akademi modern yang sangat teknis.
“Dia balapan memakai feeling dan insting,” tulis salah satu analis Moto3 Eropa yang menyoroti aksi pembalap Indonesia tersebut.
Hal itu membuat banyak pengamat mulai melihat Veda sebagai rider dengan karakter balap klasik yang agresif, liar, namun tetap efektif.
Honda Masih Kalah Cepat, Veda Dipaksa Andalkan Skill
Di balik performa impresif itu, Veda sebenarnya menghadapi tantangan besar. Motor Honda yang digunakan musim ini dinilai masih kalah top speed dibanding rival-rival KTM dan GasGas, terutama di trek lurus panjang.
Data kecepatan menunjukkan Honda sering tertinggal dalam urusan akselerasi dan top speed. Situasi tersebut memaksa Veda bekerja lebih keras di area pengereman dan cornering untuk tetap bertarung di grup depan.
Karena itu banyak analis mulai percaya bahwa kemampuan Veda bukan hanya berasal dari motor, tetapi murni dari skill dan keberaniannya saat balapan.
“Kalau dia mendapat paket motor yang lebih kompetitif, hasilnya bisa jauh lebih gila,” ujar salah satu pengamat paddock Moto3.
Crash di Austin Justru Jadi Titik Balik
Musim debut Veda memang tidak selalu berjalan mulus. Rider berusia 17 tahun itu sempat mengalami crash cukup keras di Austin, Texas, setelah kehilangan grip depan motornya.
Insiden tersebut sempat memunculkan keraguan soal mentalitasnya. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Setelah crash di Austin, performa Veda malah terlihat semakin agresif dan percaya diri.
Sumber: youtube




