1 tahun disway

Polinema Bekali Mahasiswa Keterampilan Komunikasi Profesional lewat Workshop Bersama Danis Kirana

Polinema Bekali Mahasiswa Keterampilan Komunikasi Profesional lewat Workshop Bersama Danis Kirana

Danis Kirana saat pemaparan materi pada workshop Professional Communication in The Workplace--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Kemampuan komunikasi menjadi salah satu keterampilan penting yang wajib dimiliki mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja. Hal inilah yang dibahas dalam Workshop Session 2 bertema “Professional Communication in The Workplace” di Aula Gedung Teknik Sipil lantai 8 Politeknik Negeri Malang, Senin (25/5/2026) mulai pukul 10.30 WIB dan berlanjut di kelas masing-masing.


Penyerahan Piagam Penghargaan dari POLINEMA kepada Danis Kirana--

Danis Kirana yang hadir sebagai narasumber dikenal sebagai praktisi komunikasi asal Malang sekaligus co-founder Dago Brand and Communication. Ia memiliki pengalaman di bidang komunikasi, digital marketing, public relations, hingga pelayanan profesional di berbagai sektor industri.

Dalam pemaparannya, Danis menegaskan bahwa dunia kerja memiliki budaya komunikasi yang berbeda dibanding lingkungan sekolah maupun kampus. “Skill bisa dipelajari, tapi etika dan adab itu dibangun terus-menerus sampai menjadi karakter,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keberanian untuk bertanya ketika belum memahami instruksi pekerjaan. “Saya lebih senang kalau teman-teman bilang belum tahu daripada pura-pura paham. Kalau belum mengerti, tanyakan kembali,” katanya.

BACA JUGA:‎Tata Warung Kelontong 24 Jam, Pemdes Sumberejo Siapkan Perdes ‎

Danis juga menjelaskan bahwa komunikasi profesional harus dilakukan secara jelas, ringkas, sopan, dan sesuai konteks. Ia mencontohkan bagaimana presentasi di dunia kerja harus langsung menuju inti masalah dan solusi tanpa bertele-tele.

Tak hanya komunikasi verbal, peserta juga dibekali pemahaman mengenai komunikasi non-verbal seperti bahasa tubuh, kontak mata, ekspresi wajah, hingga teknik smiling voice. Menurut Danis, cara seseorang tersenyum maupun intonasi suara dapat memengaruhi kesan profesional saat berbicara dengan klien maupun pimpinan.

Workshop berlangsung semakin menarik ketika peserta mulai membagikan pengalaman mereka di dunia kerja dan bisnis. Salah satunya Naili, mahasiswa semester empat yang telah menjalankan usaha sendiri sejak semester tiga. Ia mengaku menghadapi banyak tantangan komunikasi dengan pelanggan yang memiliki karakter berbeda-beda.


Sesi foto bersama pembicara, dosen, dan mahasiswa pada workshop Professional Communication in The Workplace--

Peserta lain bernama Alita juga membagikan pengalamannya saat menjalani magang di bidang hospitality sebagai pemandu field trip perusahaan. Ia mengaku sempat bingung menghadapi pengunjung dengan berbagai usia dan karakter.

Menanggapi hal tersebut, praktisi komunikasi itu menjelaskan bahwa ketika seseorang berada di lingkungan kerja, maka dirinya tidak lagi hanya membawa identitas pribadi, melainkan juga mewakili institusi atau perusahaan tempatnya bekerja.

BACA JUGA:Cegah Pelanggaran Cukai, Satpol PP Kota Batu Edukasi PSM dan Pedagang Ritel lewat Tatap Muka ‎

Ia juga menekankan pentingnya menjaga batas profesional dengan atasan maupun rekan kerja. Menurutnya, bersikap terlalu santai atau terlalu akrab tanpa memahami situasi dapat menimbulkan kesalahpahaman di lingkungan profesional.

Sumber:

Berita Terkait