Bahas Ancaman Keamanan Pangan dan Bakteri Berbahaya, FAST UB Datangkan Pakar dari Inggris
Assoc. Prof. Dr. Kimon-Andreas Karatzas, akademisi terkemuka dari School of Chemistry, Food and Pharmacy, Department of Food and Nutrition, University of Reading, Inggris saat sdang befoto bersama dengan mahasiswa FAST UB--fapet.ub.ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya (FAST UB) menghadirkan akademisi dari Inggris dalam kegiatan Adjunct Professor Lecture yang digelar secara hybrid pekan ini. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi jawaban terhadap su keamanan pangan menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya konsumsi produk olahan dan tantangan industri makanan modern.
Bertempat di Auditorium Pascasarjana FAST UB, kuliah internasional tersebut menghadirkan Kimon-Andreas Karatzas dari University of Reading sebagai pembicara utama. Kegiatan dipandu oleh dosen FAST UB, Aldyon Restu Azkarahman.
Mengangkat tema “Fundamentals on Food Microbiology and Food Safety”, kuliah pakar ini membahas berbagai persoalan penting terkait mikrobiologi pangan dan sistem keamanan makanan yang kini menjadi perhatian dunia industri maupun kesehatan masyarakat.
BACA JUGA:Soft Launching FSTeM UB, Transformasi FMIPA Menuju Ekosistem Sains dan Teknologi Modern
Dikutip dari fapet.ub.ac.id, Jum’at (22/5/2026) Assoc. Prof. Dr. Kimon-Andreas Karatzas menjelaskan bagaimana bakteri bawaan pangan (food-borne bacteria) dapat menjadi ancaman serius apabila proses produksi makanan tidak dikendalikan dengan baik. Ia juga mengulas berbagai penyakit akibat kontaminasi pangan serta pentingnya penerapan sistem keamanan pangan seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) di industri makanan modern.
Menurutnya, keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga menyangkut perlindungan kesehatan masyarakat secara luas.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Lebih dari 70 mahasiswa mengikuti kegiatan secara langsung di auditorium, sementara puluhan peserta lain turut bergabung secara daring melalui Zoom.
Diskusi berlangsung aktif ketika mahasiswa mulai menanyakan isu-isu terkini di bidang keamanan pangan. Mulai dari keberadaan antibiotic resistant gene pada produk pangan hingga tantangan mendeteksi pemalsuan dan kontaminasi pada produk daging restrukturisasi di industri makanan.
BACA JUGA:Menjaga dan Melacak Hewan Peliharaan, 5 Gadget Pintar ini Bisa Diandalkan
Salah satu peserta, Moza Aniqa, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti perkuliahan internasional tersebut.
“Saya sangat berterima kasih atas kesempatan bisa mengikuti perkuliahan internasional langsung dari pakarnya. Materinya sangat menarik dan disampaikan dengan sangat baik. Ini benar-benar memotivasi saya untuk belajar lebih lanjut dan mendalami isu-isu keamanan pangan,” ungkapnya.
Selain membahas aspek kesehatan, kuliah pakar ini juga menyinggung pentingnya keamanan pangan dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 2 tentang Zero Hunger dan SDG 3 tentang Good Health and Well-being.
Melalui penerapan standar keamanan pangan yang baik, kualitas produk makanan dapat lebih terjamin sekaligus membantu menekan risiko penyakit akibat kontaminasi pangan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Adjunct Professor Lecture Program Universitas Brawijaya yang bertujuan memperluas wawasan internasional mahasiswa serta memperkuat kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi dunia.
Sumber: fapet.ub.ac.id




