FAST UB Kupas Sistem Peternakan Mongolia lewat Visiting Lecture Internasional
Potret kegiatan visiting lecture FAST UB--fapet.ub.ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Universitas Brawijaya (FAST UB) menggelar visiting lecture secara daring, menghadirkan akademisi dari Mongolian University of Life Sciences, yakni Dr Kadirbyek Dagys. Ia mengajak peserta memahami bagaimana sektor peternakan di Mongolia berkembang sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat, budaya, hingga perekonomian nasional.
Berbeda dengan sistem peternakan modern yang banyak bergantung pada teknologi intensif, Mongolia mempertahankan pola pastoral tradisional yang mengandalkan mobilitas ternak dan pemanfaatan padang penggembalaan alami. Sistem tersebut dinilai mampu bertahan di tengah kondisi iklim ekstrem sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.
BACA JUGA:UM Pilih Fokus Riset Gizi Ketimbang Kelola SPPG, Rektor: Kampus Bukan Operator
Dikutip dari fapet.ub.ac.id, Jumat (22/5/2026), visiting lecture tersebut digelar Rabu (20/5/2026) pukul 10.30–12.00 WIB. Menjadi bagian dari pembelajaran mata kuliah Komunikasi Bisnis Program Magister (S2) Ilmu Ternak dan diikuti mahasiswa pascasarjana FAST UB.
Pada kuliah tamu tersebut, Dr Kadirbyek memperlihatkan bagaimana masyarakat Mongolia mengelola berbagai jenis ternak seperti domba, kambing, sapi, dan kuda sebagai sumber penghidupan utama. Tak hanya menghasilkan produk pangan, sektor peternakan di negara tersebut juga berkontribusi terhadap lapangan kerja, aktivitas ekspor, hingga ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.
Diskusi berlangsung interaktif ketika peserta mulai membandingkan sistem peternakan Mongolia dengan kondisi peternakan di Indonesia. Mahasiswa juga diajak melihat pentingnya komunikasi dalam menyampaikan isu peternakan kepada publik, investor, pemerintah, maupun mitra internasional.
Menurut Dr. Kadirbyek, data dan informasi mengenai sektor peternakan perlu dikemas secara jelas dan mudah dipahami.
“Dalam komunikasi bisnis, penyampaian data tentang peran peternakan terhadap ekonomi, pekerjaan, ekspor, dan ketahanan pangan harus dilakukan secara runtut dan berbasis informasi yang kuat. Hal ini penting untuk mendukung promosi, kerja sama, dan proses pengambilan keputusan,” ujarnya
BACA JUGA:UB Perkuat Zona Integritas, Reformasi Birokrasi Didorong Menuju Kampus Berdampak
Dosen pengampu mata kuliah, Eko Nugroho, menjelaskan bahwa kuliah tamu internasional seperti ini menjadi bagian dari upaya FAST UB untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu peternakan global dan komunikasi lintas budaya.
Ia menilai mahasiswa perlu memahami bahwa sektor peternakan saat ini tidak hanya berbicara mengenai produksi ternak, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlanjutan lingkungan, pembangunan ekonomi, hingga diplomasi internasional.
Selain memperkaya perspektif akademik, kegiatan ini juga memperkuat implementasi internasionalisasi kampus yang terus dikembangkan FAST UB melalui kolaborasi bersama perguruan tinggi luar negeri. Kehadiran narasumber internasional diharapkan mampu membuka peluang kerja sama riset, pertukaran akademik, hingga pengembangan jejaring global bagi mahasiswa dan dosen.
Melalui forum akademik internasional tersebut, FAST UB terus menunjukkan komitmennya menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia peternakan global sekaligus membekali mahasiswa dengan kemampuan komunikasi profesional di era kolaborasi internasional.
BACA JUGA:UIN Malang Perluas Kerja Sama Akademik di Madiun, Perkuat Pengembangan Magister Farmasi
Sumber: fapet.ub.ac.id




