1 tahun disway

UB Gandeng PT LyondellBasell Hadirkan Mesin Daur Ulang Botol Plastik (RVM) untuk Dukung Ekonomi Sirkular

UB Gandeng PT LyondellBasell Hadirkan Mesin Daur Ulang Botol Plastik (RVM) untuk Dukung Ekonomi Sirkular

Reverse Vending Machine (RVM) Diapit oleh Mr. Rolf van Beck dari PT. LyondellBasell, dan Rektor UB Prof Widodo--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID—Universitas Brawijaya (UB) menggandeng PT LyondellBasell dalam mendukung program keberlanjutan kampus melalui pengadaan Reverse Vending Machine (RVM) berbasis ekonomi sirkular yang diresmikan di Gedung Rektorat UB, Rabu (20/5/2026).

RVM merupakan mesin otomatis yang memberikan imbalan berupa poin kepada pengguna yang memasukkan botol plastik bekas minuman. Poin tersebut nantinya dapat diklaim melalui sistem barcode yang terintegrasi.

Dikutip dari laman resmi UB, Kamis (21/5/2026), kerja sama tersebut menjadi salah satu langkah UB dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui kolaborasi antara kampus dan industri.

BACA JUGA:FIA UB Bahas Transformasi Bisnis Hijau Bersama Akademisi UTM Malaysia

Rektor UB Prof Widodo SSi MSi PhD MedSc mengatakan, kolaborasi ini penting karena isu sustainability membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Kita bekerja sama dengan PT LyondellBasell yang memberi perhatian luar biasa pada bidang ekonomi sirkular. Kerja sama ini penting karena sustainability goals sangat kompleks, sehingga harus dikembangkan bersama antara civitas akademika dan industri,” jelasnya.

BACA JUGA:Rekrut Megawati 'Megatron' dan Jordan Wilson, Ini Deret Keuntungan Besar Hyundai Hillstate

Kepala UPT UB Green Campus Prof Sri Suhartini menjelaskan, mesin RVM nantinya akan ditempatkan di beberapa titik strategis kampus. “RVM ini akan ditempatkan pada beberapa titik di UB, seperti di kantin Creative Land, Halalan Toyyiban, perpustakaan, dan titik lain di kampus,” ujarnya.

Menurut Prof Sri, kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga edukasi kepada mahasiswa agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah plastik.

“Kita perlu mengubah kebiasaan mahasiswa karena memperkenalkan teknologi saja tidak cukup. Maka langkah kolaborasinya melalui edukasi, workshop interaktif, dan pengenalan teknologi,” tambahnya.

BACA JUGA:Soft Launching FSTeM UB, Transformasi FMIPA Menuju Ekosistem Sains dan Teknologi Modern

Sementara itu, perwakilan PT LyondellBasell Mr Rolf van Beck menilai UB menjadi mitra strategis karena memiliki puluhan ribu mahasiswa yang dinilai sebagai calon pemimpin masa depan Indonesia.

“Bagi saya, ini tentang menciptakan ide dan peluang baru mengenai bagaimana menerapkan ekonomi sirkular dan menyelesaikan persoalan sampah plastik,” tuturnya.

BACA JUGA:POLINEMA Rombak Kurikulum demi Sokong Hilirisasi Industri dan Green Jobs

Sumber: prasetya.ub.ac.id