1 tahun disway

FIA UB Bahas Transformasi Bisnis Hijau Bersama Akademisi UTM Malaysia

FIA UB Bahas Transformasi Bisnis Hijau Bersama Akademisi UTM Malaysia

Assoc Prof Dr Zuraidah Sulaiman dari UTM Malaysia menjelaskan strategi transformasi model bisnis berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular kepada mahasiswa FIA UB. -dok. fia ub-

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) kembali memperkuat wawasan mahasiswa terkait bisnis berkelanjutan melalui kegiatan Adjunct Professor Business Model Class 2026 yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Mei 2026. Kegiatan ini menghadirkan Associate Professor Dr Zuraidah Sulaiman dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai narasumber utama.

Dalam sesi bertajuk “Executing the Green Pivot: Tools and Tactics for Sustainable Business Model Transformation”, mahasiswa diajak memahami pentingnya transformasi model bisnis sebagai strategi menghadapi tantangan lingkungan global dan perubahan ekonomi masa depan.


Dr Zuraidah memaparkan framework 9R, pengembangan Business Model Canvas (BMC), serta Green Pivot Action Plan sebagai strategi transformasi bisnis berkelanjutan yang adaptif dan ramah lingkungan dalam Adjunct Professor Business Model Class FIA UB 2026.--

BACA JUGA:FKH UB Gelar Webinar Edukasi Hewan Kurban Sehat demi Keamanan Pangan

Dalam keterangan resmi FIA UB yang diterima Disway Malang, Kamis (21/5/2026), Dr Zuraidah menjelaskan bahwa konsep keberlanjutan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tetapi telah berkembang menjadi framework 9R yang lebih komprehensif. Framework tersebut mencakup Refuse, Rethink, Reduce, Reuse, Repair, Refurbish, Remanufacture, Repurpose, Recycle, hingga Recover.

Menurutnya, paradigma bisnis modern harus mampu menciptakan nilai tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan melalui pendekatan Triple Bottom Line yang menyeimbangkan aspek Planet, People, dan Profit.

“Transformasi menuju ekonomi hijau bukan sekadar konsep normatif, tetapi membutuhkan strategi implementasi yang terukur dan sistematis,” ujar Dr. Zuraidah dalam pemaparannya.

BACA JUGA:Mahasiswa Arsitektur UB Raih Juara Nasional Lewat Inovasi Rumah Adaptif Banjir “RUYU”

Ia juga memaparkan penerapan prinsip keberlanjutan ke dalam elemen Business Model Canvas (BMC). Pada aspek Distribution Channels, perusahaan didorong mengadopsi distribusi berbasis digital dan rendah emisi guna mengurangi jejak karbon operasional. Sementara pada Value Propositions, perusahaan diharapkan menawarkan produk dan layanan yang memiliki nilai sirkularitas serta efisiensi sumber daya.

Selain itu, pada elemen Revenue Streams, organisasi diarahkan mengembangkan model bisnis berbasis layanan, pemanfaatan kembali sumber daya, hingga konsep sharing economy.

BACA JUGA:Vokasi UB Gandeng FXMedia Singapore, Buka Peluang Karier Global bagi Talenta Industri Kreatif

Dalam sesi diskusi, Dr Zuraidah turut memperkenalkan Green Pivot Action Plan yang mencakup audit model bisnis, identifikasi peluang desain ulang, hingga implementasi proyek percontohan (pilot project). Ia menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi pemimpin masa depan dalam mendorong praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, FIA UB menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang mampu mengintegrasikan kompetensi bisnis dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Kolaborasi internasional bersama UTM juga menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik global sekaligus implementasi SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

 

Sumber: