1 tahun disway

Fenomena “Brain Rot” Jadi Sorotan di Kalangan Gen Z, Apa Kata Para Pakar?

Fenomena “Brain Rot” Jadi Sorotan di Kalangan Gen Z,  Apa Kata Para Pakar?

--

MALANG,DISWAYMALANG.ID-Pada era digital saat ini, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai sejak bangun tidur hingga sebelum tidur kembali, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam menatap layar ponsel untuk scrolling video, melihat unggahan, hingga mengikuti tren terbaru. Namun di balik kebiasaan tersebut, muncul sebuah fenomena yang mulai ramai dibicarakan. Yaitu brain rot.

BACA JUGA:Arc Raiders Update Besar! Hadir Oktober 2026, Hadirkan Peta, Musuh, Sistem Progres, dan Naratif Baru

Istilah brain rot digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi konten digital secara berlebihan hingga memengaruhi fokus, konsentrasi, dan kemampuan berpikir. Fenomena ini terutama banyak dikaitkan dengan anak muda yang tumbuh bersama media sosial dan arus informasi yang sangat cepat.

Bisa Bikin Sulit Konsentarasi saat Belajar atau Bekerja 

Para ahli menilai paparan konten singkat secara terus-menerus dapat membuat otak terbiasa menerima hiburan instan. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah bosan, sulit fokus dalam waktu lama, bahkan kesulitan berkonsentrasi saat belajar atau bekerja.

BACA JUGA:Artist Presale The Weeknd Hari Ini Dibuka 10.00 WIB, Ini Link dan Cara Beli Tiket Konsernya

Tak sedikit anak muda yang mulai merasa mengalami gejala seperti cepat terdistraksi, sulit menikmati aktivitas tanpa membuka ponsel, hingga merasa gelisah ketika jauh dari media sosial. Kondisi ini semakin diperparah dengan kebiasaan scrolling tanpa henti yang sering dilakukan selama berjam-jam setiap hari.

Fenomena ini juga memicu kekhawatiran mengenai kesehatan mental dan produktivitas generasi muda. Beberapa penelitian menunjukkan penggunaan media sosial secara berlebihan dapat berdampak kepada kualitas tidur. Juga, berdampak terhadap tingkat stres, hingga kemampuan seseorang dalam mengatur fokus dan emosi.

Meski begitu, para ahli menegaskan bahwa media sosial bukan sepenuhnya buruk. Platform digital tetap memiliki manfaat besar untuk komunikasi, hiburan, hingga mencari informasi. Namun penggunaan yang tidak terkontrol dapat membuat otak kelelahan akibat terus menerima rangsangan tanpa jeda.

Karena itu, banyak pakar menyarankan untuk mulai membatasi waktu layar atau screen time, mengurangi konsumsi konten berlebihan, dan memperbanyak aktivitas di dunia nyata seperti olahraga, membaca, atau berinteraksi langsung dengan orang sekitar.

Di media sosial sendiri, istilah brain rot kini semakin viral dan sering digunakan untuk menggambarkan kondisi sulit fokus akibat terlalu lama scrolling konten hiburan.

BACA JUGA:Sidang Isbat Digelar Nanti Malam, Iduladha 2026 Berpotensi Serentak pada 27 Mei 2026

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, menjaga keseimbangan penggunaan media sosial tetap penting. Agar, kesehatan mental dan kemampuan fokus tidak ikut terganggu.

Sumber: www.health.harvard.edu/blog/