1 tahun disway

Tidur di Ruangan Dingin Disebut Bisa Membakar Kalori, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tidur di Ruangan Dingin Disebut Bisa Membakar Kalori, Ini Penjelasan Ilmiahnya

--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Tidur biasanya identik dengan waktu istirahat untuk memulihkan tenaga setelah beraktivitas seharian. Namun siapa sangka, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tidur di ruangan dengan suhu dingin ternyata dapat membantu tubuh membakar lebih banyak kalori secara alami.

BACA JUGA:Sering Telat Makan? Ini Pola Jam Makan yang Baik untuk Menjaga Lambung Tetap Nyaman

Dirangkum Disway Malang dari berbagai sumber, fenomena ini berkaitan dengan aktivitas brown fat atau lemak cokelat di dalam tubuh. Berbeda dengan lemak putih yang berfungsi menyimpan energi, lemak cokelat justru membantu tubuh menghasilkan panas dengan membakar kalori lebih cepat.

Salah satu penelitian yang banyak dibahas berasal dari National Institutes of Health di Bethesda, Maryland, Amerika Serikat dan dipublikasikan dalam jurnal Diabetes. Penelitian tersebut dilakukan oleh dr Francesco Celi bersama tim peneliti mengenai pengaruh suhu kamar terhadap metabolisme tubuh.

Dalam penelitian itu, sejumlah peserta diminta tidur di ruangan dengan suhu sekitar 18–19 derajat Celsius selama beberapa minggu. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan aktivitas lemak cokelat hingga sekitar 40 persen serta peningkatan sensitivitas insulin yang berkaitan dengan metabolisme tubuh.

Para peneliti menjelaskan bahwa suhu dingin membuat tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga suhu inti tetap stabil. Proses tersebut membutuhkan energi tambahan sehingga tubuh membakar lebih banyak kalori, bahkan saat sedang tidur.

BACA JUGA:Serunya Berburu Oleh-Oleh di Pasar Wisata Dewi Sri ‎

Dr Francesco Celi menjelaskan bahwa paparan suhu dingin ringan dapat membantu mengaktifkan sistem pembakaran energi alami tubuh. Meski begitu, ia menegaskan efek tersebut bukan berarti seseorang bisa menurunkan berat badan secara instan hanya dengan tidur di kamar dingin.

Selain membantu metabolisme, tidur di ruangan sejuk juga disebut dapat meningkatkan kualitas tidur. Menurut Sleep Foundation, suhu kamar ideal untuk tidur berkisar antara 18 hingga 20 derajat Celsius. Suhu yang terlalu panas dapat membuat tubuh sulit mencapai tidur nyenyak karena suhu inti tubuh secara alami memang menurun saat malam hari.

Dr Rachel Salas menjelaskan bahwa lingkungan tidur yang sejuk membantu tubuh lebih cepat memasuki fase tidur dalam dan meningkatkan kualitas istirahat secara keseluruhan.

“Tubuh manusia secara alami menurunkan suhu inti saat tidur. Ruangan yang terlalu panas bisa mengganggu proses tersebut,” jelas Rachel Salas dalam pembahasan mengenai kualitas tidur sehat.

Tidak hanya itu, penelitian dari Harvard Medical School juga menyebut kualitas tidur yang baik berpengaruh besar terhadap keseimbangan hormon lapar dan metabolisme tubuh. Kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar dan menurunkan leptin yang membantu tubuh merasa kenyang.

Karena itu, tidur berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga berat badan tetap stabil dan mendukung kesehatan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

BACA JUGA:Rumor GTA 6 Molor Dirilis Tahun 2027 Hebohkan Fans

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa suhu dingin bukan berarti tubuh harus sampai menggigil. Suhu yang terlalu ekstrem justru dapat membuat tubuh tidak nyaman, mengganggu kualitas tidur, bahkan meningkatkan risiko masalah kesehatan tertentu.

Dr W Christopher Winter, ahli saraf, spesialis tidur bersertifikat, dan penulis buku terkemuka asal Amerika Serikat, menyarankan masyarakat menjaga suhu kamar tetap sejuk tetapi nyaman agar tubuh bisa beristirahat dengan optimal tanpa mengalami stres akibat suhu terlalu rendah.

BACA JUGA:Waspadai Tanda Penggumpalan Darah: Simak Gejala, Dampak, dan Cara Penanganannya

Fenomena tidur di ruangan dingin memang bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan. Namun para ahli sepakat bahwa tidur cukup, berkualitas, dan didukung lingkungan yang nyaman dapat membantu tubuh bekerja lebih sehat, termasuk dalam menjaga metabolisme tetap optimal.

Sumber: https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/cool-temperature-alters-human-fat-metabolism