Imigrasi Surabaya Gagalkan 18 Calon Haji Nonprosedural, Berikut Ini Asal Daerah Mereka
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya terus memperkuat pelayanan keimigrasian dalam penyelenggaraan ibadah haji melalui penerapan layanan Makkah Route di Embarkasi Surabaya.-Dok. Imigrasi Surabaya---
SURABAYA, DISWAYMALANG.ID--Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya menerapkan Makkah Route di Embarkasi Surabaya untuk memperkuat pelayanan keimigrasian dalam penyelenggaraan ibadah haji. Mereka telah menggagalkan 18 WNI yang diduga akan melaksanakan ibadah haji secara ilegal atau nonprosedural.
Dari total tersebut, 8 orang laki-laki dan 10 perempuan berasal dari berbagai daerah seperti Bangkalan, Sampang, Banjarmasin, Kuala Kapuas, Semarang, Gunungkidul, hingga Bone. Mereka diketahui mencoba berangkat melalui rute Surabaya menuju Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Petugas menemukan berbagai modus yang digunakan untuk mengelabui pemeriksaan imigrasi. Sebagian penumpang mengaku hendak berwisata ke Malaysia, sementara lainnya mengaku kembali bekerja di Arab Saudi menggunakan iqomah dan visa kerja.
BACA JUGA:Ijtihad Kemanusiaan: KBIHU Al-Ikhlas Gandeng Sobat Farm’s Kelola DAM Haji 2026 di Kota Batu
Namun setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan indikasi kuat bahwa tujuan sebenarnya adalah melaksanakan ibadah haji tanpa prosedur resmi. Beberapa calon penumpang mengaku telah membayar biaya antara Rp200 juta hingga Rp290 juta kepada pihak tertentu untuk pengurusan tiket, hotel, visa, tasreh, hingga nusuk.
Bahkan, terdapat penumpang yang mengaku dokumen tasreh dan nusuk baru akan diberikan setelah tiba di Malaysia atau Arab Saudi.
Dalam salah satu kasus, petugas juga menemukan adanya penumpang yang masuk dalam daftar Subject of Interest atau SOI dan sebelumnya pernah ditunda keberangkatannya di Bandara Soekarno-Hatta karena dugaan serupa.

Imigrasi Surabaya memperkuat layanan Makkah Route di Embarkasi Surabaya sekaligus menggagalkan keberangkatan 18 calon haji nonprosedural.-Dok. Imigrasi Surabaya---
Sistem aplikasi perlintasan keimigrasian turut membantu mendeteksi penumpang dengan skor HIT SOI identik yang mengarah pada indikasi keberangkatan haji nonprosedural.
BACA JUGA:Puasa Zulhijah sebelum Idul Adha 2026: Ini Jadwal, Hukum, Niat, dan Keutamaannya
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya Agus Winarto menegaskan penerapan layanan Makkah Route sekaligus penguatan pengawasan menjadi bagian dari komitmen Imigrasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji.
“Penerapan Makkah Route merupakan bentuk pelayanan keimigrasian yang berorientasi pada kemudahan dan kenyamanan jemaah. Kami memastikan seluruh proses berjalan cepat, tepat, dan akurat dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan kehati-hatian,” ujar Agus, Senin (18/5/2026).
Ia menambahkan pengawasan terhadap keberangkatan nonprosedural akan terus diperkuat untuk melindungi masyarakat dari risiko hukum maupun potensi penipuan.
“Pengawasan dilakukan melalui pendalaman wawancara, profiling penumpang, pemeriksaan dokumen perjalanan, serta pemanfaatan sistem aplikasi keimigrasian yang terintegrasi antar Tempat Pemeriksaan Imigrasi,” lanjutnya.
Sumber: harian disway




