1 tahun disway

WHO dan AAP Keluarkan Panduan Screen Time Anak, Orang Tua Diminta Tak Asal Memberi Gadget

WHO dan AAP Keluarkan Panduan Screen Time Anak, Orang Tua Diminta Tak Asal Memberi Gadget

WHO dan AAP mengingatkan bahwa screen time anak bukan cuma soal durasi, tapi juga kualitas konten dan pendampingan orang tua.--

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) dan American Academy of Pediatrics (AAP) mengeluarkan panduan resmi terkait batas screen time anak berdasarkan usia. Dalam pedoman tersebut, bayi di bawah 18 bulan disarankan tidak terpapar layar sama sekali. Sementara anak usia 2-5 tahun dianjurkan maksimal satu jam screen time per hari dengan pendampingan orang tua.

Dikutip dari WHO dan American Academy of Pediatrics, Kamis (15/5/2026, WHO melalui dokumen Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children Under 5 Years of Age menegaskan, anak usia dini membutuhkan lebih banyak interaksi nyata dibanding paparan layar digital. Untuk bayi di bawah satu tahun, WHO merekomendasikan tidak ada screen time pasif sama sekali.

BACA JUGA:120 Penumpang Suspek Hantavirus di MV Hondius Diterbangkan Pulang, 30 Kru Kapal Berlayar ke Belanda

Sementara untuk anak usia 2 hingga 4 tahun, WHO menyarankan screen time tidak lebih dari satu jam per hari. WHO juga menegaskan bahwa semakin sedikit waktu layar, maka semakin baik bagi perkembangan anak.

American Academy of Pediatrics (AAP) turut mengeluarkan panduan serupa. Dalam rekomendasinya, AAP menyebut anak di bawah 18 bulan sebaiknya menghindari screen time kecuali video call bersama keluarga karena bersifat interaktif.

AAP juga memperbolehkan anak usia 18-24 bulan mulai mengenal media digital, namun harus menggunakan konten berkualitas tinggi dan selalu didampingi orang tua agar anak memahami apa yang ditonton.

BACA JUGA:Waspadai Tanda Penggumpalan Darah: Simak Gejala, Dampak, dan Cara Penanganannya

Untuk usia 2-5 tahun, AAP menyarankan batas maksimal satu jam per hari untuk konten berkualitas. Orang tua juga diminta ikut menonton dan mendiskusikan isi tayangan bersama anak.

Sedangkan pada usia sekolah hingga remaja, AAP tidak lagi berfokus pada angka durasi semata. Organisasi dokter anak tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara screen time, tidur yang cukup, aktivitas fisik, interaksi sosial nyata, dan kesehatan mental anak.

AAP juga mengingatkan penggunaan media sosial lebih dari dua jam per hari pada remaja dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kecemasan hingga depresi.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Kurang Disiplin, Ini Alasan Tubuh Sulit Lepas dari Ponsel

Selain durasi, WHO dan AAP sama-sama menyoroti pentingnya kualitas konten dan pendampingan orang tua. Anak dianjurkan tidak menggunakan gadget saat makan, sebelum tidur, maupun menjadikan layar sebagai “pengasuh digital”.

WHO menilai interaksi langsung seperti berbicara, bermain, membaca buku, hingga kontak fisik tetap menjadi faktor utama perkembangan bahasa, emosi, dan sosial anak di usia dini.

Sumber: world health organization (who)