1 tahun disway

Pertarungan Sengit di Catalunya, Banyak Pebalap Hafal dengan Tikungannya

Pertarungan Sengit di Catalunya, Banyak Pebalap Hafal dengan Tikungannya

Veda Ega Pratama--IG Veda_54

BARCELONA, DISWAYMALANG.ID–Gelaran MotoGP seri keenam di Circuit de Barcelona-Catalunya pada 15–17 Mei 2026 pekan ini diprediksi akan menjadi salah satu ujian terberat bagi pebalap muda Indonesia Veda Ega Pratama. Meski datang dengan modal kepercayaan diri yang tinggi, pembalap yang dijuluki "Boeing 954" ini harus menghadapi kenyataan bahwa sirkuit ini merupakan "taman bermain" bagi sebagian besar rival utamanya.

​Medan Tempur yang Familiar bagi Rival

​Dikutip dari Disway.id, Kamis (14/5/2026), Sirkuit Catalunya dikenal memiliki karakter teknis yang menantang, namun bagi para pesaing Veda di kelas Moto3, lintasan ini bukanlah medan asing. Tantangan terbesar Veda akhir pekan ini adalah melawan para pembalap yang sudah mengenal setiap jengkal aspal Barcelona sejak dini.

BACA JUGA:Veda Ega Pratama Siap Mengguncang Catalunya: Misi Perburuan Podium di Barcelona

​Nama-nama besar di klasemen papan atas seperti Maximo Quiles, Adrian Fernandez, Alvaro Carpe, hingga Valentin Perrone pasti akan tampil menekan sejak sesi latihan bebas. Mereka memiliki jam terbang tinggi di sirkuit ini melalui berbagai ajang junior seperti FIM JuniorGP, European Talent Cup, hingga FIM CEV Moto3. Pengalaman kolektif para rival ini membuat persaingan di barisan depan diprediksi akan berlangsung sangat rapat dan strategis.

​Siapa Lawan Terberat Veda?

​Di antara deretan nama tersebut, Maximo Quiles dan Adrian Fernandez menjadi sosok yang paling diwaspadai dapat membendung ambisi podium Veda.

BACA JUGA:Kejutan di Lintasan Basah: Veda Ega Pratama Siap Menggebrak Montmeló usai Performa Gemilang di Kondisi Hujan!

  • ​Maximo Quiles: Dikenal memiliki gaya balap yang agresif namun sangat mengenal titik pengereman di Catalunya.
  • ​Adrian Fernandez: Dengan pengalaman motor Moto3 yang lebih matang, ia seringkali unggul dalam manajemen ban di lintasan yang menguras performa karet bundar seperti Barcelona.

​Persaingan ini akan menguji apakah race craft kalkulatif yang ditunjukkan Veda saat finis keempat di Le Mans lalu bisa kembali meredam agresivitas para pembalap Eropa di kandang mereka sendiri.

BACA JUGA:Gemilang di Le Mans, Kiandra Ramadhipa Tembus Tiga Besar Klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026

​Kesiapan Veda: Adaptasi dan Modal Rekam Jejak

​Meski dikepung oleh lawan yang sudah sangat terbiasa dengan sirkuit ini, Veda Ega Pratama tidak datang dengan tangan kosong. Kesiapan mental dan teknis Veda didukung oleh rekam jejaknya yang kompetitif di sirkuit-sirkuit yang pernah ia jajal sebelumnya.

  • Pengalaman JuniorGP: Tahun lalu, Veda berhasil finis di posisi keenam dan kedelapan di Catalunya saat masih berlaga di ajang FIM JuniorGP. Hal ini membuktikan bahwa ia sudah memiliki peta navigasi yang cukup untuk bersaing di rombongan depan.
  • ​Tren Positif: Keberhasilan meraih podium ketiga di Brasil dan finis kelima di Buriram serta keenam di Jerez menunjukkan bahwa Veda adalah tipe pembalap yang cepat beradaptasi.
  • ​Status Rookie Terbaik: Saat ini, Veda menduduki posisi kelima klasemen sementara dengan 50 poin, menjadikannya rookie dengan performa paling konsisten musim ini.

BACA JUGA:Operasi Ganda Tulang Sukses, Marc Marquez Sapa Penggemar, Begini Kondisinya Sekarang

Publik kini menantikan apakah ketenangan dan kecerdasan Veda dalam membaca situasi balapan—seperti yang ia tunjukkan pada balapan basah di Prancis—mampu membantu mencuri celah di tengah kepungan pembalap yang sudah sangat akrab dengan karakter sirkuit Catalunya. Akhir pekan ini akan menjadi pembuktian apakah sang "Boeing 954" mampu terbang lebih tinggi dan kembali mencetak sejarah bagi Indonesia di level Grand Prix.

Sumber: disway.id