1 tahun disway

FKH UB Sukses Selenggarakan Uji Kompetensi Nasional Calon Dokter Hewan

FKH UB Sukses Selenggarakan Uji Kompetensi Nasional Calon Dokter Hewan

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya Sukses Gelar UKMPPDH dan OSCE, dengan 78 Mahasiswa, Siap mengabdi untuk Kesehatan Hewan dan Masyarakat.--fkh.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.IDFakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya sukses menyelenggarakan dua rangkaian ujian kompetensi penting bagi calon dokter hewan. YaituUjian Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Hewan (UKMPPDH) dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE), pada 9–10 Mei 2026. Kegiatan ini dipusatkan di lantai 2 Gedung A Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya, Malang.

BACA JUGA:Brawijaya Fine Art Competition 2026, Ruang Kreativitas Nasional bagi Generasi Muda Seni Rupa

Dikutip dari laman resmi FKH UB, Selasa (12/5/2026), uian tersebut diikuti oleh 78 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) Gelombang XVII FKH UB yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan profesi. Pelaksanaan ujian melibatkan pimpinan fakultas, dosen penguji, serta tim panitia yang memastikan jalannya ujian sesuai standar kompetensi nasional yang ditetapkan Komite Nasional Uji Kompetensi Dokter Hewan Indonesia.

Turut hadir sebagai pengawas nasional dari Komite Nasional drh Rimayanti, MKes yang berasal dari Faculty of Veterinary Medicine Universitas Airlangga. Kehadiran pengawas nasional tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan ujian di FKH UB telah memenuhi standar dan prosedur yang berlaku secara nasional.

BACA JUGA:UNISMA Bersholawat, Hadirkan Majelis Penuh Keberkahan Bersama Habaib dan Ulama

UKMPPDH dan OSCE merupakan ujian kompetensi nasional yang wajib ditempuh sebagai syarat memperoleh gelar profesi dokter hewan. UKMPPDH menguji penguasaan teori dan konsep klinis secara menyeluruh melalui ujian tulis berbasis komputer yang mengacu pada blueprint kompetensi dokter hewan nasional.

Sementara itu, OSCE berfokus pada pengukuran kemampuan praktik dan keterampilan klinis melalui serangkaian stasiun ujian terstruktur yang mensimulasikan situasi nyata di lapangan. Materi yang diujikan meliputi pemeriksaan fisik hewan, penegakan diagnosis, tindakan medis, hingga komunikasi dengan klien.

BACA JUGA:Fakultas Kedokteran Hewan UB Perkuat Kajian Imunologi dengan Hadirkan Pakar Dunia

Pelaksanaan ujian berlangsung selama dua hari dengan penerapan protokol ketat guna menjaga integritas dan standardisasi penilaian. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat koordinasi yang baik antara pihak fakultas, pengawas ujian, dan peserta.

Kegiatan ini memiliki makna strategis karena menjadi gerbang akhir yang harus dilalui setiap calon dokter hewan sebelum resmi menjalankan praktik profesional. Selain itu, uji kompetensi juga menjadi jaminan mutu bagi masyarakat bahwa dokter hewan yang bertugas benar-benar memiliki kompetensi dalam menangani kesehatan hewan, keamanan pangan asal hewan, hingga pengawasan kesehatan masyarakat veteriner.

BACA JUGA:FKH UB Perkuat Kolaborasi Akademik Lewat Presentasi Riset dan Kunjungan Laboratorium

Pelaksanaan UKMPPDH dan OSCE juga sejalan dengan sejumlah tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, melalui kontribusi dokter hewan dalam pengendalian penyakit zoonosis dan peningkatan kesehatan masyarakat.

Kedua, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, yang tercermin dari sistem pendidikan tinggi berbasis mutu dan kompetensi terukur. Ketiga, SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, melalui sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan pemerintah dalam mencetak tenaga kesehatan hewan yang andal.

Melalui keberhasilan penyelenggaraan UKMPPDH dan OSCE Gelombang XVII, FKH UB kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dokter hewan yang unggul secara akademik, terampil secara profesional, beretika, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan hewan dan masyarakat Indonesia.

Sumber: fkh.ub.ac.id

Berita Terkait