Merasakan Tekstur Bumi di Hari Tanpa Sepatu Sedunia Setiap 10 Mei
10 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Sepatu--iStock
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Pernahkah terbayangkan bagaimana rasanya menjalani rutinitas harian tanpa sepasang alas kaki? Bagi sebagian besar orang, sepatu mungkin hanya dianggap sebagai pelengkap penampilan atau kebutuhan dasar yang biasa saja. Namun, setiap tanggal 10 Mei, dunia diajak untuk menanggalkan alas kaki sejenak melalui kampanye Hari Tanpa Sepatu atau One Day Without Shoes.
Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan nasib jutaan anak di negara-negara berkembang yang tumbuh besar tanpa memiliki sepasang sepatu pun. Tanpa perlindungan ini, setiap langkah mereka rentan terhadap luka, infeksi, dan berbagai penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan mudah.
Dengan merasakan panasnya aspal, tajamnya kerikil, atau kasarnya permukaan jalan, muncul pemahaman baru bahwa hal yang dianggap remeh sehari-hari merupakan kemewahan yang sangat dinanti oleh banyak anak di belahan dunia lain.
BACA JUGA:Ditemukan 27 Planet Baru Mirip Tatooine di Film Star Wars, Mengorbit Dua Matahari Sekaligus
BACA JUGA:Menyusuri Jejak Rasa 9 Kopi Unggulan Indonesia di Hari Kopi Nasional 7 Mei
Sejarah Singkat Gerakan One Day Without Shoes
Dirangkum Disway Malang dari beberapa sumber, Hari Tanpa Sepatu kali pertama diinisiasi oleh perusahaan sepatu TOMS pada tahun 2007. Pendirinya, Blake Mycoskie, tergerak setelah melihat langsung kondisi anak-anak di Argentina yang harus berjalan berkilo-kilometer tanpa alas kaki untuk mendapatkan air bersih atau pergi ke sekolah.
Ia menyadari bahwa ketiadaan sepatu bukan hanya masalah kenyamanan, tetapi juga penghambat utama bagi kesehatan dan pendidikan anak-anak. Sejak saat itu, setiap tanggal 10 Mei, jutaan orang di seluruh dunia, mulai dari pelajar, komunitas, hingga pesohor, ikut serta menanggalkan sepatu mereka.
Gerakan ini sukses bertransformasi dari sekadar kampanye pemasaran menjadi gerakan kemanusiaan global yang telah membantu mendistribusikan jutaan pasang sepatu baru kepada anak-anak yang membutuhkan di berbagai negara.
BACA JUGA:Hari Kebersihan Tangan Sedunia 5 Mei, Langkah Kecil untuk Perlindungan Maksimal
BACA JUGA:Mengenal Makna di Balik 4 Mei, Hari Spesial bagi Para Petugas Pemadam Kebakaran
Manfaat Kesehatan dan Makna di Balik Langkah Nyeker

10 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Sepatu--iStock
Selain aspek kepedulian sosial, bertelanjang kaki atau yang sering disebut dengan istilah grounding memiliki manfaat kesehatan yang nyata. Bersentuhan langsung dengan permukaan bumi dapat membantu menetralkan radikal bebas dalam tubuh, memperbaiki sirkulasi darah, hingga mengurangi tingkat stres.
Sumber: berbagai sumber




