Gerakan PENTING Diluncurkan, Kota Malang Perkuat Upaya Turunkan AKI, AKB, dan Stunting
Gerakan PENTING hadir sebagai upaya bersama Kota Malang dalam menurunkan AKI, AKB, dan stunting demi kesehatan ibu dan anak yang lebih baik.--ig @pemkotmalang
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui Gerakan PENTING atau Gerakan Bersama Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting. Program ini menjadi salah satu langkah kolaboratif lintas sektor yang sejalan dengan program Dasa Bakti “Ngalam Tahes”.
Gerakan tersebut hadir sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, organisasi profesi, kader kesehatan, hingga masyarakat dalam upaya menciptakan layanan kesehatan yang lebih merata dan berkualitas bagi ibu dan anak.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Malang Raya Sabtu, 9 Mei: Didominasi Berawan, Diselingi Udara Kabur dan Hujan Ringan
Dikutip dari Instagram resmi Pemerintah Kota Malang @pemkotmalang, Sabtu (9/5) Salah satu program unggulan dalam Gerakan PENTING adalah pendampingan “1 Puskesmas, 1 Dokter Spesialis Obgyn, dan 1 Dokter Spesialis Anak”. Melalui program ini, dokter spesialis akan hadir langsung di puskesmas untuk memberikan pendampingan klinis, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, serta memperkuat deteksi dini dan penanganan kasus secara cepat dan tepat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan primer agar masyarakat dapat memperoleh penanganan sejak dini, khususnya bagi ibu hamil, bayi, dan balita yang membutuhkan perhatian khusus.
Gerakan PENTING memiliki tiga sasaran utama, yakni menurunkan angka kematian ibu, menurunkan angka kematian bayi, serta mencegah dan menekan angka stunting secara bertahap menuju target nol persen. Pemerintah Kota Malang juga menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang aman dan berkualitas mulai dari masa sebelum kehamilan, persalinan, hingga masa nifas.
BACA JUGA:Menikmati Ngopi Bernuansa Wisata di Golden Spot Cafe and Resto Kota Batu
Selain fokus pada layanan kesehatan, program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peran kader dan lingkungan sekitar dalam melakukan deteksi dini terhadap risiko kesehatan ibu dan anak. Sementara itu, rumah sakit dan organisasi profesi turut dilibatkan untuk memperkuat sistem rujukan dan pendampingan tenaga kesehatan di lapangan.
Berbagai strategi disiapkan untuk mendukung keberhasilan program, mulai dari peningkatan akses layanan kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan medis, penguatan tata kelola, hingga peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di setiap fasilitas layanan.
BACA JUGA:Kecelakaan Tunggal Truk Pengangkut Sosis di Jalur Malang-Jombang, Diduga Sopir Mengantuk
Sumber: ig @pemkotmalang




