1 tahun disway

Review Infinix Hot 60 Pro: Benarkah Ada Touch Delay dan Layar 1,5K Cuma Gimmick?

Review Infinix Hot 60 Pro: Benarkah Ada Touch Delay dan Layar 1,5K Cuma Gimmick?

Review Infinix Hot 60 Pro: benarkah ada touch delay dan layar 1,5K cuma gimmick? Ini fakta setelah 3 bulan pemakaian!-SC YouTube-SC YouTube

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Review Infinix Hot 60 Pro kembali ramai dibahas setelah muncul isu soal touch delay dan klaim layar 1,5K yang disebut-sebut hanya gimmick. Setelah pemakaian selama tiga bulan, sejumlah fakta akhirnya terungkap. Apakah benar ada masalah serius, atau justru hanya rumor semata?

Review Infinix Hot 60 Pro ini menjadi penting karena ponsel ini dibanderol murah, mulai Rp1,9 jutaan untuk varian RAM 8/128 GB. Dengan harga tersebut, perangkat ini sudah menawarkan fitur lengkap seperti triple slot (dual SIM + microSD), jack audio 3,5 mm, hingga IR blaster yang bisa difungsikan sebagai remote perangkat elektronik.

Di tiga bulan pertama pemakaian, Review Infinix Hot 60 Pro menunjukkan bahwa perangkat ini masih berjalan di Android 15 dengan XOS 15.1.2. Bahkan, Infinix menjanjikan update hingga Android 18 dan dukungan keamanan selama lima tahun, sesuatu yang jarang ditemui di kelas harga ini.

Isu Touch Delay: Fakta atau Hoaks?

Salah satu isu yang paling ramai dibicarakan adalah dugaan touch delay saat mengetik. Namun berdasarkan pengujian menggunakan aplikasi touch tester, layar Infinix Hot 60 Pro memiliki touch sampling rate hingga 200 Hz dengan rata-rata 180 Hz. Selain itu, mendukung 10 multi-touch dan memiliki respons tekanan yang akurat.

Dalam penggunaan nyata, termasuk gaming seperti Mobile Legends, tidak ditemukan masalah touch delay maupun ghost touch. Respons layar tergolong cepat dan masih nyaman digunakan untuk navigasi maupun bermain game.

Lalu, dari mana keluhan tersebut muncul? Ternyata, masalah lebih mengarah pada desain fisik. Bezel yang sangat tipis dengan rasio layar ke bodi mencapai 93,6 persen membuat posisi jempol harus lebih menekuk saat mengetik. Hal ini menyebabkan beberapa pengguna merasa kurang nyaman, terutama saat menekan huruf di bagian bawah layar.

Layar 1,5K: Klaim atau Fakta?

Isu kedua yang tak kalah ramai adalah soal resolusi layar 1,5K. Banyak yang menganggap klaim ini berlebihan. Namun setelah ditelusuri, layar Infinix Hot 60 Pro memang menggunakan panel dengan spesifikasi setara 1,5K.

Hal ini diperkuat dari harga komponen layar yang setara dengan seri Infinix GT. Selain itu, spesifikasi seperti kecerahan hingga 4.500 nits, perlindungan Corning Gorilla Glass 7i, serta kualitas visual yang tajam menjadi bukti bahwa layar ini bukan sekadar gimmick.

Meski begitu, karena keterbatasan chipset MediaTek Helio G200, resolusi yang ditampilkan dalam penggunaan sehari-hari lebih sering berada di level Full HD+. Namun secara kualitas, layar tetap terlihat tajam dan nyaman digunakan, bahkan setelah tiga bulan tanpa masalah seperti burn-in.

Performa dan Gaming Masih Layak

Dari sisi performa, Review Infinix Hot 60 Pro menunjukkan hasil yang cukup stabil di kelasnya. Dengan skor AnTuTu di kisaran 400 ribuan, ponsel ini mampu menjalankan game seperti PUBG Mobile di setting smooth-extreme dengan rata-rata 58 FPS.

Suhu perangkat saat gaming berada di kisaran 40–42 derajat Celsius, masih dalam batas wajar. Untuk penggunaan harian seperti media sosial, video call, dan streaming, performanya tergolong cukup responsif.

Baterai dan Fitur Pendukung

Infinix Hot 60 Pro dibekali baterai 5.160 mAh yang mampu bertahan hingga 7–8 jam screen-on-time tergantung penggunaan. Pengisian daya juga cukup cepat, dari 10 persen ke 100 persen hanya membutuhkan sekitar 60 menit dengan charger 45W.

Fitur tambahan seperti NFC, bypass charging, reverse charging, hingga berbagai fitur AI juga tersedia. Pengguna juga mendapatkan fitur multitasking seperti floating window dan dual apps yang menunjang produktivitas.

Kamera: Standar tapi Layak

Untuk sektor kamera, Infinix Hot 60 Pro mengandalkan sensor utama 50 MP. Hasil foto di kondisi cahaya cukup tergolong baik dengan warna yang seimbang. Namun di kondisi minim cahaya, kualitas mulai menurun dengan noise yang cukup terlihat.

Sumber: youtube