Dorong Kemandirian Desa, Kemenkop Perluas Akses Modal Kopdes Merah Putih
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementrian Koperasi, Destry Anna Sari Menekankan pentingnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.--
BANDUNG, DISWAYMALANG.ID–Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong penguatan akses pembiayaan bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih sebagai upaya menjadikan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Pertamina Sesuaikan Harga BBM Non-Subsidi Per 4 Mei 2026, Jenis Diesel Naik Tajam
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop Destry Anna Sari menegaskan, keberadaan Kopdes Merah Putih memiliki peran strategis dalam meningkatkan akses modal, memperkuat keberlanjutan usaha, serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas.
“Forum ini diharapkan menjadi ruang untuk saling belajar, bertukar informasi, dan membangun jejaring usaha antar pelaku koperasi, khususnya dalam mengakses berbagai skema pembiayaan,” ujar Destry dalam seminar di Bandung, Selasa (4/5/2026).
Seminar bertajuk Skema Akses Pembiayaan pada Arsitektur Keuangan Koperasi tersebut dihadiri lebih dari 80 peserta. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam terkait proses memperoleh pembiayaan, mulai dari persyaratan, perencanaan penggunaan dana, hingga strategi pengembalian pinjaman.
BACA JUGA:ASDP Terapkan Pembelian Tiket di Lintas Ulee Lheue-Balohan, Aceh, Sepenuhnya Online
Selain itu, Destry juga mengungkapkan bahwa LPDB Koperasi telah membuka program inkubasi koperasi yang dapat dimanfaatkan oleh koperasi eksisting maupun Kopdes Merah Putih.
“Terdapat potensi besar di desa yang bisa diolah menjadi nilai tambah melalui ekosistem Kopdes Merah Putih untuk kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Menurutnya, seminar ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan, peluang, dan tantangan pembiayaan yang dihadapi koperasi desa. Peserta diarahkan untuk mengenali potensi lokal serta mengakses berbagai sumber permodalan, baik dari internal koperasi, perbankan, lembaga keuangan bukan bank, hingga skema pembiayaan alternatif seperti modal penyertaan.
BACA JUGA:Terima Aspirasi Buruh, Prabowo Janjikan Fasilitas Daycare, Juga Bangun 1 Juta Rumah Harga Terjangkau
Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Tatang Suryana, menyebutkan bahwa hingga saat ini telah terbentuk 5.957 Kopdes Merah Putih di Jawa Barat, dengan 684 gerai di antaranya telah terbangun secara penuh.
Dalam sesi diskusi, Ketua Kopdes Merah Putih Cileunyi Wetan, Dedi Nurendi, membagikan kisah sukses koperasi yang dipimpinnya. Pada 2025, koperasi tersebut mencatatkan omzet sebesar Rp6,08 miliar dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) mencapai Rp92 juta.
Capaian tersebut didukung oleh akses modal penyertaan awal sebesar Rp2 miliar dari KSP Citra Mandiri Jawa Barat, dengan skema bagi hasil 60 persen untuk koperasi dan 40 persen untuk pihak penyedia modal.
“Ini bukan proses yang mudah. Kami merupakan hasil penggabungan beberapa koperasi dan berkembang melalui program inkubasi di Kabupaten Bandung,” ungkap Dedi.
Sumber:




