1 tahun disway

Kepala BPJPH Babe Haikal Tegaskan Halal sebagai Jaminan Kualitas di UB Halal Ecosystem Summit 2026

Kepala BPJPH Babe Haikal Tegaskan Halal sebagai Jaminan Kualitas di UB Halal Ecosystem Summit 2026

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID—Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan, halal kini bukan hanya berkaitan dengan nilai agama. Tetapi juga menjadi jaminan kualitas dan transparansi produk di tingkat global.

BACA JUGA:UM Gandeng PolyU Hong Kong, Perkuat Riset Global dan Pertukaran Akademik

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia menjadi keynote speaker dalam kegiatan Indonesia Halal Ecosystem Summit & UB Halal Metric Award 2026 yang digelar di Gedung Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Selasa (5/5/2026).

“Produk berkualitas tinggi sekalipun tidak akan memiliki nilai jika tidak halal,” tegasnya dikutip dari laman resmi UB.

Ia menyebutkan, Indonesia menargetkan menjadi pusat halal dunia pada 2027 dengan capaian 24 juta produk halal. Hingga saat ini, sekitar 12 juta produk telah tersertifikasi.

BACA JUGA:Pakar Malaysia Isi Kuliah Tamu Fapet UB, Kupas Teknologi Susu, Telur, dan Madu

Menurutnya, penguatan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian hingga lembaga seperti BPOM dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai laboratorium inovasi halal. UB menjadi pelopor dalam menjembatani kolaborasi ini,” tambahnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang mengapresiasi inisiatif Universitas Brawijaya dalam menghadirkan UB Halal Metric sebagai instrumen strategis pengembangan ekonomi.

“Jawa Timur memiliki potensi besar di industri halal, khususnya pada sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk meningkatkan daya saing daerah,” ujarnya.

BACA JUGA:FK UB Gelar Kuliah Umum GBD, Dorong Riset Berbasis Data Global dan Kolaborasi dengan BRIN

Selain itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, turut menekankan bahwa halal bukan sekadar sertifikasi, melainkan sistem yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

“Ekosistem halal bukan hanya soal label, tetapi bagaimana menciptakan sistem yang berdampak secara ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong inovasi halal melalui riset terintegrasi.

Sumber: prasetya.ub.ac.id