Waspada Ancaman Fatal Hantavirus dan Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan
Waspada hantavirus, ditularkan lewat tikus--Pinterest
MALANG, DISWAYMALANG.ID--Dunia kembali memberikan perhatian khusus terhadap bahaya penyakit hantavirus menyusul laporan kasus kematian di atas kapal pesiar MV Hondius saat melintasi Samudra Atlantik.
Penyakit ini memiliki tingkat fatalitas yang tinggi dan dapat berdampak mematikan bagi manusia yang terinfeksi. Sebagai kelompok virus yang menyerang sistem organ, hantavirus diketahui mampu memicu gangguan pernapasan serta jantung yang sangat parah, hingga menyebabkan demam berdarah (haemorrhagic fevers).
Hingga saat ini, tantangan medis utama dalam menghadapi hantavirus adalah belum tersedianya vaksin atau obat-obatan spesifik untuk mematikan virus tersebut.
Oleh karena itu, tenaga medis hanya dapat memberikan penanganan yang bersifat suportif, yang bertujuan untuk meringankan gejala klinis yang dialami pasien selama masa infeksi.
BACA JUGA:Hantavirus Menular dari Tikus, WHO Lacak Penumpang Pesawat terkait Kematian Pasien Terinfeksi
BACA JUGA:Sering Bersin dan Hidung Mampet Tiap Pagi? Bisa Jadi Rinitis Alergi, Bukan Pilek Biasa
Asal-usul dan Sejarah Perkembangan Hantavirus

MV Hondius tertahan di lepas pantai Cape Verde, barat Afrika akibat sebaran Hantavirus. Semua penumpang diisolasi--vesselfinder.com
Nama hantavirus memiliki akar sejarah yang kuat di Korea Selatan, tepatnya diambil dari nama Sungai Hantan. Wilayah ini menjadi saksi sejarah kelam selama Perang Korea (1950-1953), ketika lebih dari 3.000 tentara jatuh sakit akibat infeksi virus ini.
Secara biologis, setiap jenis hantavirus biasanya menetap pada spesies hewan pengerat tertentu sebagai inang atau reservoir. Dalam tubuh tikus atau hewan pengerat lainnya, virus ini dapat bertahan dalam jangka panjang tanpa menunjukkan gejala sakit pada hewan tersebut.
Meskipun terdapat banyak spesies hantavirus di alam liar, hanya beberapa jenis tertentu yang telah teridentifikasi dapat menularkan penyakit kepada manusia.
Mekanisme Penularan dan Langkah Pencegahan
Penularan hantavirus kepada manusia terjadi melalui mekanisme yang sangat spesifik, di antaranya:
- Kontak Langsung: Perpindahan virus terjadi melalui interaksi langsung dengan urine, kotoran, atau air liur tikus liar yang sudah terinfeksi.
- Inhalasi Aerosol: Berdasarkan data Badan Kesehatan Masyarakat Nasional Prancis, manusia sering kali terinfeksi setelah menghirup debu atau partikel udara yang tercemar ekskresi hewan pengerat.
- Gigitan: Meskipun memungkinkan, kasus penularan yang bersumber dari gigitan hewan tergolong sangat jarang ditemukan.
BACA JUGA:9 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Gula Darah Tetap Stabil pada Pasien Diabetes
Sumber: harian disway




