1 tahun disway

Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Dukung Mendikdasmen Tekankan Akselerasi Kualitas Pendidikan

Peringati Hardiknas 2026, Pemkot Batu Dukung Mendikdasmen Tekankan Akselerasi Kualitas Pendidikan

Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto dengan bersama Forkopimda dan beberapa peserta upacara Hardiknas yang digelar di Balai Kota Among Tani-ist-

BATU, DISWAYMALANG.ID–Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu Heli Suyanto memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Balai Kota Among Tani pada Senin (4/5) pagi. Mengusung tema besar "Pendidikan Bermutu untuk Semua", momentum ini jadi tonggak refleksi atas transformasi pendidikan nasional.

Heli Suyanto membacakan naskah pidato  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Ia menegaskan bahwa esensi pendidikan harus kembali pada akarnya, yakni sebagai proses memanusiakan manusia.

​"Peringatan tahun ini adalah momentum penting untuk menghidupkan kembali spirit pendidikan yang menumbuhkembangkan potensi fitrah murid sebagai makhluk Tuhan yang mulia," tegas Heli di hadapan jajaran Forkopimda dan tokoh pendidikan Kota Batu.

​Lima Transformasi Strategis Menuju Indonesia Maju

​Pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen telah menetapkan lima pilar kebijakan strategis yang menjadi fokus utama di tahun 2026. Heli memaparkan capaian signifikan dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), hingga tahun 2025, sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah direvitalisasi. Digitalisasi pendidikan pun melesat dengan lebih dari 288.000 sekolah kini dilengkapi Papan Interaktif Digital (PID) untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang modern.

​Kesejahteraan guru juga mendapat porsi perhatian besar. Pemerintah mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp3.000.000 per semester bagi guru yang belum menuntaskan jenjang S1/D4. Angka penerima manfaat ini ditargetkan melonjak drastis, dari 12.500 guru pada tahun lalu menjadi 150.000 guru pada tahun 2026. Selain itu, sistem birokrasi diperingkas melalui transfer tunjangan sertifikasi secara bulanan guna menjamin ketenangan tugas para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

​Implementasi "Deep Learning" dan Karakter ASRI

​Salah satu sorotan utama dalam pidato tersebut adalah penguatan karakter melalui pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam). Program ini diintegrasikan dengan budaya sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Risiko terkendali, dan Indah). Program pendukung seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta gerakan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" diharapkan mampu menciptakan generasi yang unggul secara intelektual maupun fisik.

​Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam amanat yang dibacakan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto juga menguraikan beberapa poin teknis lainnya, antara lain:

  • ​Penguatan Literasi & Numerasi: Peningkatan kompetensi STEM serta pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk pemetaan bakat.
  • ​Pendidikan Inklusif: Memberikan layanan pendidikan yang fleksibel dan murah bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) serta siswa di daerah terpencil melalui sekolah terbuka.

​Sinergi Tiga Pilar: Mindset, Mental, dan Misi

​Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam amanatnya yang dibacakan Heli Suyanto mengingatkan bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak bisa dicapai secara instan. Diperlukan keselarasan antara mindset yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, hingga lingkup terkecil yakni keluarga, untuk bersinergi membangun ekosistem pendidikan yang inklusif di Kota Batu.

​"Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas," tutupnya mengutip pesan Asta Cita.

​Upacara diakhiri dengan tampilan warna-warni pakaian adat yang dikenakan oleh perwakilan pelajar, menyimbolkan bahwa di tengah kemajuan teknologi, identitas budaya bangsa tetap menjadi fondasi utama pendidikan di Kota Batu.

Sumber: