1 tahun disway

Alhamdulillah! Pendaki Gunung Panderman Kini Lebih Bertanggung Jawab Terhadap Sampah

Alhamdulillah! Pendaki Gunung Panderman Kini Lebih Bertanggung Jawab Terhadap Sampah

Saat petugak mengontrol barang bawaan pendaki sebelum berangkat mendaki-panca rp-

BATU, DISWAYMALANG.ID – Kesadaran pendaki terhadap kebersihan jalur pendakian di Gunung Panderman, Kota Batu, menunjukkan tren positif. Hal ini tidak lepas dari ketatnya sistem pengawasan barang bawaan dan sampah yang diterapkan oleh petugas di pos pendakian.

​Yuli, seorang pendaki asal Kasembon yang melakukan pendakian tektok (naik-turun dalam sehari) pada pagi hari, mengakui ketatnya prosedur di basecamp. Sebelum memulai pendakian pada pukul 06.30 WIB, setiap pendaki diwajibkan melakukan pelaporan barang bawaan melalui aplikasi.

​"Sekarang sudah di-list di aplikasi, jadi tas diperiksa (open bag) sesuai data tersebut. Saat turun pun diperiksa lagi, terutama sampah-sampahnya," ujar Yuli. Menurutnya, meskipun prosedur terasa ketat, hal ini justru memberikan rasa nyaman dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bagi para pendaki.

BACA JUGA:Amor Fati: Menyelami Takdir Melalui Estetika Tiga Perupa Senior di Galeri Raos Kota Batu

​Sampah Berkurang Drastis Hingga 80 Persen

​Keberhasilan sistem ini juga diamini oleh pihak pengelola. Gobang, salah satu petugas pos pendakian, menjelaskan bahwa penerapan sistem open bag dan pencocokan daftar barang bawaan dengan sampah yang dibawa turun adalah kunci utama menjaga kelestarian gunung.

​"Dengan sistem pemeriksaan tas sebelum naik dan kontrol ketat saat pendaki melapor kembali di pos, kami berhasil menekan jumlah sampah yang tertinggal di atas hingga 80 persen. Pendaki jadi berpikir dua kali untuk meninggalkan sampah karena semua sudah terdata di awal," tegas Gobang.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Malang Raya Sabtu, 2 Mei: Pagi Cerah, Dominasi Berawan, Cocok untuk Pelesiran dan Kulineran

​Tantangan Alam: Populasi Monyet di Puncak

​Selain masalah sampah, kebersihan area puncak Panderman juga memberikan dampak lain pada ekosistem lokal. Meski area puncak kini jauh lebih bersih, pendaki diingatkan untuk tetap waspada terhadap populasi monyet yang cukup banyak dan agresif.

​Yuli menceritakan pengalamannya bertemu dengan primata tersebut. "Di Panderman monyetnya cukup ganas. Kami dilarang keras memberi makanan. Kalau dikasih makan, mereka justru akan terus mengejar dan malah membahayakan pendaki," tambahnya.

​Melalui sinergi antara ketegasan petugas dan kesadaran pendaki seperti Yuli, diharapkan Gunung Panderman tetap menjadi destinasi pendakian yang asri. "Harapannya semua gunung bisa menerapkan sistem seperti ini, supaya tetap bersih dan dekat di hati," pungkas Yuli.

Sumber: