1 tahun disway

Aksi Heroik Youtuber Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Mahasiswa di Jembatan Cangar

Aksi Heroik Youtuber Gagalkan Percobaan Bunuh Diri Mahasiswa di Jembatan Cangar

Youtuber berhasil gagalkan rencana bunuh diri pemuda asal Kota Batu di jembatan Cangar.--Youtube bongkotan pring

BATU, DISWAYMALANG.ID–Sebuah momen dramatis sekaligus mengharukan terjadi di kawasan Jembatan Cangar, Kota Batu. Kejadian tersebut ketika banyak sekali youtuber yang sedang membuat konten, salah satu di antaranya pemilik akun Bongkotan Pring. Berkat kesigapan warga di sekitar kejadian, seorang pemuda yang diduga hendak mengakhiri hidupnya berhasil diselamatkan dan ditenangkan melalui pendekatan persuasif yang penuh kekeluargaan.

BACA JUGA:Testimoni Pak Puguh, Saksi Sejarah Jembatan Cangar yang Baru Saja Jadi Lokasi Bunuh Diri Beruntun Dua Pemuda

​Kecurigaan yang Menyelamatkan Nyawa

​Peristiwa bermula saat youtuber yang sedang membuat konten curiga melihat seorang pemuda berdiri sendirian dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Pemuda yang belakangan diketahui sebagai mahasiswa semester delapan asal Kota Batu tersebut tampak melamun dan menangis di tepi jembatan di tengah cuaca ekstrem.

​"Dari jauh saya sudah curiga, dia turun dari motornya dan terlihat bingung. Saya langsung merasa ada yang tidak beres," ujar youtuber, Selasa (28/4) di lokasi kejadian.

​Tanpa membuang waktu, warga dan relawan segera mendekati pemuda tersebut. Dengan nada bicara yang lembut namun tegas, mereka merangkul pemuda itu agar menjauh dari pagar pembatas jembatan. "Ingat Mas, kita masih punya Tuhan. Ingat keluarga di rumah," ujar youtuber saat menenangkan pemuda yang tampak terguncang tersebut.

BACA JUGA:10 Jemaah Haji Probolinggo Luka usai Bus Rombogan Mereka Kecelakaan di Jabal Magnet, Madinah

​Evakuasi dan Pendampingan Emosional

​Setelah berhasil dijauhkan dari area berbahaya, relawan langsung mengevakuasi pemuda tersebut menuju warung terdekat di depan Wisata Air Panas Cangar. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan fisik dan memberikan ruang bagi pemuda tersebut untuk menenangkan diri.

​Pihak keamanan dari Dinas Kehutanan (Tahura), yakni Robi (40) dan Toni (24), segera turun tangan untuk memberikan bimbingan. Dalam suasana kekeluargaan di warung tersebut, petugas memberikan nasihat menyentuh mengenai perjuangan orang tua.

​"Kasihan orang tua Sampean, Mas. Mereka berjuang mati-matian, kerja siang malam untuk menyekolahkan Sampean sampai semester delapan. Masalah di dunia bisa selesai, tapi memikirkan perasaan mereka," tutur Robi, salah satu petugas Tahura dengan tulus.

BACA JUGA:Kopi Abah Pasar Klojen Laris Manis, Tempat Nongkrong Anak Muda, Menu Best Seller Kopi Susu Gula Aren

​Penyelamatan ini tidak hanya berhenti pada tindakan fisik, tetapi juga dukungan moral yang luar biasa dari warga sekitar. Ibu-ibu pemilik warung juga turut memberikan kenyamanan dengan menyuguhkan makanan dan minuman hangat agar kondisi fisik sang pemuda kembali pulih.

​Seorang warga bahkan membagikan kisah hidupnya untuk memotivasi pemuda tersebut bahwa kegagalan dan kesulitan hidup adalah hal yang bisa dilalui. "Menangis saja Mas, biar lega. Teriak pun tidak apa-apa di sini, yang penting bebannya keluar," ungkapnya.

Kepulangan ke Keluarga

​Pihak relawan dan petugas Tahura memastikan bahwa pemuda tersebut tidak akan ditinggalkan sendirian sampai pihak keluarga datang menjemput. Komunikasi dengan keluarga telah dilakukan, dan sambil menunggu, relawan terus mendampingi dengan mengajak dan memberikan suasana yang rileks.

BACA JUGA:Sidang Terpadu Resmi Dibuka di MPP Merdeka, Wawali Malang Soroti Pentingnya Perwalian Anak

Setelah tenang, pihak Tahura menghubungi keluarga. Selang 2 jam keluarga datang untuk mengajak pulang. 

​Aksi cepat tanggap ini menuai penghargaan sebagai bukti nyata bahwa kepedulian antar sesama dapat mencegah tragedi. Kasus ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepekaan lingkungan terhadap kondisi kesehatan mental orang-orang di sekitar kita.

Sumber: