1 tahun disway

Siswa MANU Gondanglegi Belajar Ekonomi dan Budaya di Sentra Batik Sukun

Siswa MANU Gondanglegi Belajar Ekonomi dan Budaya di Sentra Batik Sukun

--

MALANG,DISWAYMALANG.ID-Sebanyak 20 siswa Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama Gondanglegi (MANU Gondanglegi) bersama empat guru melakukan kunjungan edukatif ke Sentra Batik Sukun, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual yang menggabungkan teori ekonomi dengan praktik pelestarian budaya batik khas Malangan.

BACA JUGA:30 Soal Prediksi TKA SD 2026 Viral di YouTube, Siswa Wajib Kuasai Materi Ini Jika Ingin Lolos ke SMP Favorit

Didampingi guru ekonomi Fitri Hadayani, para siswa tidak hanya belajar teknik membatik, tetapi juga memahami penerapan konsep ekonomi dalam kehidupan nyata. Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada Teori Persaingan Monopolistik melalui strategi diferensiasi produk batik.

 

“Produk batik memiliki keunikan motif dan nilai seni tinggi. Dalam pasar seperti ini, setiap perajin memiliki ‘mini-monopoli’ karena produknya dianggap berbeda oleh konsumen,” ujar Fitri.

Ia menambahkan, pengalaman praktik langsung ini membantu siswa memahami bahwa ekonomi tidak hanya berkaitan dengan angka, tetapi juga menyangkut nilai budaya, kreativitas, dan identitas lokal. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih bermakna sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya.

 

Ketua Sentra Batik Sukun, Nena Bachtian, menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi para anggota. Selain aktivitas produksi harian yang mayoritas dilakukan oleh ibu rumah tangga, sentra ini juga rutin menggelar Festival Batik Sukun yang kini telah memasuki tahun kelima.

“Selain produksi, kami juga membuka paket kunjungan edukasi. Ke depan, program ini akan dijadikan agenda rutin, mulai dari tingkat PAUD hingga pelajar, untuk mengenalkan batik sejak dini,” jelasnya.

BACA JUGA:Tanoto Foundation Resmi Buka Program Fellowship Cohort 2026, Peluang bagi Gen Z Asah Skill Kepemimpinan Sosia

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perajin Batik Kota Malang, Ki Demang, turut hadir dan memberikan apresiasi kepada para siswa yang terlibat langsung dalam proses kreatif membatik, termasuk menggambar motif topeng khas Malangan.

Sentra Batik Sukun dikenal sebagai salah satu sentra batik unggulan di Kota Malang yang aktif dalam promosi dan edukasi. Selain menyelenggarakan berbagai kegiatan, sentra ini juga berperan penting dalam menjaga keberlanjutan motif-motif khas daerah.

BACA JUGA:Cara Cerdas Rayakan Hari Bumi 22 April dengan Kurangi Emisi Karbon dari Ponsel

Ke depan, penguatan pendampingan serta digitalisasi dinilai menjadi langkah strategis untuk mengembangkan batik Sukun agar semakin dikenal luas dan mampu bersaing di pasar yang lebih besar tanpa meninggalkan nilai tradisi dan kearifan lokal.

Sumber: www.sentra-batik-sukun-malang.id