1 tahun disway

Pola Hidup Kurang Gerak di Era Modern: Ini Risiko yang Mengintai Tanpa Disadari

Pola Hidup Kurang Gerak di Era Modern: Ini Risiko yang Mengintai Tanpa Disadari

--

MALANG,DISWAYMALANG.ID-Di tengah kemajuan teknologi dan gaya hidup serbapraktis, aktivitas fisik justru semakin berkurang. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam duduk di depan layar, baik untuk bekerja maupun hiburan. Tanpa disadari, kebiasaan ini membentuk pola hidup kurang gerak atau sedentary lifestyle yang dapat berdampak serius bagi kesehatan.

BACA JUGA:Kaki Bisa Jadi 'Alarm' Kesehatan Tubuh, Ini Tanda-Tanda yang Jangan Diabaikan

Gaya hidup kurang aktif bukan lagi sekadar kebiasaan sepele. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat bahwa sekitar 60–85 persen populasi dunia memiliki tingkat aktivitas fisik yang rendah, menjadikannya salah satu faktor risiko utama penyebab kematian global.

Ancaman Kesehatan yang Sering Diabaikan

Dihimpun Disway Malang dari berbagai sumber, Selasa (28/4/2026), kurangnya aktivitas fisik dapat memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh. Salah satu dampak paling umum adalah meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke. Aktivitas fisik sebenarnya membantu menjaga aliran darah dan kesehatan jantung, sehingga ketika tubuh jarang bergerak, risiko penyakit ini meningkat secara signifikan.

Selain itu, gaya hidup kurang gerak juga berkaitan erat dengan obesitas. Ketika tubuh tidak aktif, kalori yang masuk tidak terbakar dengan optimal dan akhirnya disimpan sebagai lemak. Kondisi ini dapat berkembang menjadi obesitas yang menjadi pintu masuk berbagai penyakit kronis.

Risiko lain yang tak kalah serius adalah diabetes tipe 2. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan resistensi insulin, sehingga kadar gula darah meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu komplikasi kesehatan yang lebih berat.

Tak hanya itu, kurang gerak juga berdampak pada fungsi otak. Penurunan aliran oksigen ke otak akibat terlalu lama duduk dapat menyebabkan konsentrasi menurun hingga gangguan kognitif.

BACA JUGA:Kebiasaan Main HP saat di Toilet: Sepele tapi Bisa Berdampak Serius

Fenomena yang Semakin Nyata di Indonesia

Di Indonesia sendiri, masalah kurang gerak semakin terlihat. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan sekitar 37,4 persen penduduk berusia di atas 10 tahun masih kurang melakukan aktivitas fisik.

Alasan yang paling sering muncul pun cukup sederhana, mulai dari tidak punya waktu, rasa malas, hingga ketergantungan pada teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup modern secara tidak langsung mendorong masyarakat menjadi kurang aktif.

Kebiasaan Kecil yang Bisa Berubah Besar

Meski terdengar sederhana, dampak kurang gerak bisa bersifat jangka panjang dan serius. Padahal, perubahan kecil seperti berjalan kaki, berolahraga ringan, atau sekadar mengurangi waktu duduk dapat memberikan manfaat besar bagi tubuh.

Para ahli merekomendasikan setidaknya 30 menit aktivitas fisik setiap hari untuk menjaga kesehatan. Aktivitas ini tidak harus berat, cukup dengan berjalan, bersepeda, atau melakukan olahraga ringan secara rutin.

BACA JUGA:Gula Berlebih dari Minuman Manis, Ancaman Nyata di Balik Tren Nongkrong Mahasiswa Malang

Kurang gerak di era modern adalah ancaman nyata yang sering tidak disadari. Gaya hidup praktis memang memudahkan, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang besar. Dengan meningkatkan kesadaran dan mulai bergerak lebih aktif, risiko tersebut dapat dicegah sejak dini.

Sumber: berbagai sumber