Disway Business Adventures Guangzhou-Dongguan (5): Belajar Budaya Kerja Huawei
Peserta Disway Business Adventures Vol.4 menyimak penjelasan Zhu Diwen-Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway---
DONGGUAN, DISWAYMALANG.ID–Selama empat jam rombongan Disway Business Adventures Vol. 4 berkunjung ke Huawei Ox Horn Campus di kota industri Dongguan, Tiongkok. Rombongan menjadi "mahasiswa" di sana. Tujuan ke kampus ini adalah pilihan peserta sesuai hasil survei sebelumnya.
Mengapa objek itu dipilih? Dari tempat yang juga disebut Songshan Lake Base itu lahir berbagai karya besar dari perusahaan teknologi informasi terbesar di Tiongkok tersebut. Itulah alasannya. Peserta ingin belajar dan merasakan aura budaya kerja di tempat itu.

Foto bersama di kampus Huawei.-Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway---
Di dalam kampus seluas 1,4 juta meter persegi atau 140 hektare itu terdapat bangunan seperti kastil Heidelberg Jerman, Verona Italia, Oxford Inggris, hingga bangunan gaya Luxemburg, Bruges, dan Paris. Tujuan desain ini adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang tenang, estetis, dan inspiratif bagi para ribuan peneliti Huawei.
BACA JUGA:Disway Business Adventures Guangzhou-Dongguan (4): Rumah Modular Seharga Rp14 Juta
Dan, meski dinamakan kampus, ini bukan universitas yang menerima mahasiswa umum. Huawei Ox Horn Campus merupakan pusat pelatihan bagi karyawan Huawei. Meski demikian kadang-kadang mereka menerima karyawan perusahaan besar di Tiongkok yang ingin belajar di sana.

Dahlan Iskan memimpin rombongan menyusuri kampus Huawei.-Foto: Tomy Gutomo-Harian Disway---
Ox Horn Campus adalah cara Huawei menunjukkan bahwa inovasi teknologi masa depan tidak harus lahir dari gedung kaca yang kaku. Melainkan bisa muncul dari lingkungan yang menghargai sejarah, seni, dan kenyamanan manusia.
BACA JUGA:Disway Business Adventures Guangzhou-Dongguan (3): 18 Ribu Langkah di Canton Fair
Zhu Diwen, salah seorang manajer di Huawei, yang menjadi "dosen" bagi rombongan Disway Business Adventures Vol.4. "Saya senang melihat rombongan ini begitu antusias. Semua hal ditanyakan kepada saya, terutama mengenai budaya kerja di Huawei," kata Diwen yang diterjemahkan oleh Novi Basuki.

Novi Basuki memandu jalannya -Tomy Gutomo-Harian Disway---
Ia menjelaskan tentang budaya kerja yang ditanamkan pendiri Huawei Ren Zhengfei. Salah satunya dikenal dengan wolf culture atau budaya serigala. Kultur ini terdiri dari tiga hal: sensitivitas tinggi, agresivitas, dan kerja sama tim. Serigala adalah binatang yang peka terhadap perubahan. Juga tidak mudah menyerah. Dan yang terpenting serigala tidak berburu sendirian. Semua dihasilkan oleh kerja sama secara kolektif.
BACA JUGA:Disway Business Adventures Guangzhou-Dongguan (2): GAC AION Mulai Kembangkan Mobil Hidrogen
Peserta Disway Business Adventures Vol. 4 sempat bertanya apakah Huawei perusahaan publik atau privat. Dijelaskan Diwen, Huawei adalah murni perusahaan swasta. Pendirinya, Ren Zhengfei, hanya memiliki saham kurang dari 1 persen. Sisanya merupakan saham karyawan.
Sumber: harian.disway.id




