1 tahun disway

Wujudkan Kota Zero Waste, Pemkot Batu Jemput Program Hibah LSDP Bank Dunia

Wujudkan Kota Zero Waste, Pemkot Batu Jemput Program Hibah LSDP Bank Dunia

Pengelolaan sampah di TPA Tlekung, Kota Batu--kanal24

BATU, DISWAYMALANG.ID – Pemerintah Kota Batu bersiap melakukan revolusi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP). Program kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia ini dirancang untuk memperkuat infrastruktur dan tata kelola persampahan menuju target Zero Waste.

​Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Fachroni, mengungkapkan bahwa komitmen ini telah mendapat lampu hijau dari Wali Kota dan DPRD Kota Batu. Sebagai syarat pendampingan hibah, Pemkot Batu berkewajiban menyiapkan anggaran tahunan. Nilainya, berkisar antara Rp 20 miliar hingga Rp 25 miliar sebagai dana talangan.

​"Awalnya kami mengajukan proposal senilai Rp 67 miliar, namun diminta minimal Rp 100 miliar. Oleh karena itu, kami menaikkan skala prioritas di beberapa titik," ujar Dian dalam rapat monitoring di Gedung Bank Sampah Induk Kota Batu, Sabtu (24/4).

BACA JUGA:Tempat 'Ngemil' Susu Legendaris di Jantung Kota Batu, Jadi Buruan Wisatawan!

​Fokus Hulu: TPS3R Komunal dan Sistem Bio-Digester

​Sesuai peta jalan yang ditetapkan Bank Dunia, intervensi harus dimulai dari sektor hulu sebelum menyentuh sektor hilir. Pada tahun 2027, Pemkot Batu berencana membangun TPS3R komunal baru dengan kapasitas 10 ton per hari di tiga lokasi strategis: Kelurahan Sisir, Kelurahan Temas, dan Pasar Induk Among Tani.

​Khusus untuk Pasar Induk Among Tani, pengelolaan akan menggunakan teknologi Bio-Digester. Sistem anaerobik ini akan mengolah limbah organik menjadi biogas sebagai energi terbarukan serta pupuk organik cair dan padat.

​"Kami membutuhkan penetapan lokasi segera agar dapat disusun dalam perubahan anggaran," tambah Dian di hadapan Tim Praktisi Percepatan Pengelolaan Persampahan.

BACA JUGA:Indonesia Didorong jadi Episentrum Peradaban Islam


Kelapa Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Dian Fachroni-panca rp-

​Transformasi TPA Tlekung Menjadi TPST

​Di sektor hilir, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung akan bertransformasi total menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Proses kick-off pembangunan fisik TPST direncanakan pada tahun 2028, setelah penguatan di sektor hulu rampung.

​Rencana besar ini mencakup:

  • ​Penambangan Sampah (Landfill Mining): Sebanyak 135.000 ton sampah yang menumpuk akan ditambang untuk memulihkan lahan seluas 2 hektar, yang nantinya diproyeksikan menjadi perkebunan rakyat bagi warga Desa Tlekung.
  • ​Infrastruktur Baru: Pembangunan hanggar baru khusus untuk insinerator, mengingat hanggar utama saat ini akan dialokasikan untuk peralatan pendukung lainnya.

​Opsi Terakhir: PSEL Bululawang

​Sebagai instrumen pendukung, Pemkot Batu juga melirik program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang direncanakan berlokasi di Bululawang kabupaten Malang. Kota Batu menargetkan pasokan sampah sebesar 38 ton per hari ke fasilitas tersebut.

​Namun, Dian menekankan bahwa PSEL adalah langkah terakhir mengingat tantangan logistik dan armada.

"Satu truk kapasitasnya 5 ton. Jika kita mengirim 50 ton, butuh 10 truk yang siaga, sementara kita saat ini hanya memiliki 7 truk yang beroperasi rutin. Kami akan mendorong pelaku usaha dan melalui skema bantuan LSDP untuk penambahan unit dump truck," jelasnya. (*)

Sumber: