1 tahun disway

Ikan Sapu-Sapu Jadi Perbincangan di Sosial Media, Yuk Kenali Lebih Dalam

Ikan Sapu-Sapu Jadi Perbincangan di Sosial Media, Yuk Kenali Lebih Dalam

Ikan sapu-sapu yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial--Disway

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Fenomena meningkatnya populasi ikan sapu-sapu belakangan ini menjadi perhatian masyarakat dan pemerhati lingkungan. Ikan yang dikenal dengan nama ilmiah Hypostomus plecostomus ini kerap ditemukan di sungai, waduk, hingga saluran irigasi di berbagai daerah di Indonesia.

Ikan sapu-sapu sebenarnya bukan spesies asli Indonesia. Hewan ini berasal dari kawasan Amerika Selatan, khususnya wilayah sungai Amazon. Awalnya, ikan ini banyak dipelihara sebagai ikan hias karena kemampuannya membersihkan lumut di akuarium. Namun, pelepasan ke alam bebas membuat populasinya berkembang pesat tanpa kontrol.

Menurut sejumlah ahli, ikan sapu-sapu tergolong spesies invasif. Kemampuannya bertahan hidup di kondisi air yang keruh dan minim oksigen membuatnya unggul dibandingkan ikan lokal. Selain itu, ikan ini juga berkembang biak dengan cepat, sehingga berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

BACA JUGA:Mitos atau Fakta? Telur Disebut Penyebab Bisul, Ini Penjelasan Medisnya

Dampak yang ditimbulkan tidak bisa dianggap sepele. Ikan sapu-sapu dapat merusak habitat dengan membuat lubang di dasar sungai yang berpotensi menyebabkan erosi tebing. Di sisi lain, keberadaannya juga dapat mengurangi populasi ikan lokal karena persaingan makanan.

Di tengah upaya pemanfaatannya, muncul anggapan bahwa ikan sapu-sapu dapat dikonsumsi. Namun, hal ini perlu disikapi dengan hati-hati. Ikan sapu-sapu hidup di perairan kotor dan dasar sungai, sehingga berpotensi mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, serta bakteri berbahaya.

 Kandungan tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi tanpa pengolahan dan pengujian yang tepat. Karena itu, sebagian ahli tidak merekomendasikan ikan ini sebagai bahan pangan utama.

Dikutip dari akun tiktok @naktekpang, Jum’at (24/4) “sebenarnya yang jadi masalah kenapa ikan sapu-sapu ini belum cocok dijadiin makanan itu bukan karena daging ikannya, tapi tempat dia tinggal” ujar Dennis. Pemilik akun tersebut adalah Influencer sarjana program studik Teknik Pangan yang setiap harinya berfokus pada konten eksperimen makanan.  

BACA JUGA:Kebiasaan Main HP saat di Toilet: Sepele tapi Bisa Berdampak Serius

Viralnya ikan sapu-sapu di media sosial diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan oleh keberadaan spesies ini di perairan. Informasi yang beredar tidak hanya menjadi sekadar tren, tetapi juga membuka pemahaman bahwa ikan sapu-sapu dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

Melalui meningkatnya perhatian publik, masyarakat diharapkan dapat turut berpartisipasi dalam upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu. Salah satunya dengan tidak melepas ikan peliharaan ke perairan umum serta mendukung langkah-langkah pengelolaan yang dilakukan oleh pihak terkait, sehingga kelestarian ekosistem perairan tetap terjaga.

BACA JUGA:Fenomena Mendadak Lupa saat Berbicara: Gangguan Sepele atau Tanda Kelelahan Mental?

 

Sumber: tiktok@naktekpang