1 tahun disway

Lahan TORA Tlekung: Dari Kepastian Hukum Menuju Pusat Agroforestri Giri Murti

Lahan TORA Tlekung: Dari Kepastian Hukum Menuju Pusat Agroforestri Giri Murti

Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto saat pwnyerahan sertifikat.-ist-

BATU, DISWAYMALANG.ID–Penantian panjang para petani di Dusun Gangsiran Putuk, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, kini berbuah manis. Lahan yang dulunya diperjuangkan status hukumnya, kini resmi bertransformasi menjadi pusat agroforestri terpadu bernama Unit Usaha Giri Murti.

​Peresmian pusat pengembangan ekonomi tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Wali Kota Batu, Heli Suyanto, beberapa waktu lalu Acara ini sekaligus menjadi momentum sujud syukur atas keberhasilan Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang telah menghadirkan kesejahteraan nyata bagi masyarakat setempat.

BACA JUGA:1.201 Jamaah Haji Kota Malang Resmi Berangkat, Kloter Terbesar Dilepas dari Ki Angmor

​Jejak Perjuangan Reforma Agraria

​Heli Suyanto saat di temui Disway Malang, Jumat (24/4), mengenang kembali dinamika tahun 2023 saat dirinya masih di DPRD Kota Batu mengawal ketat Program Percepatan Tanah Kehutanan. Perjuangan kolektif tersebut membuahkan hasil saat Presiden Joko Widodo menyerahkan langsung Surat Keputusan (SK) TORA kepada warga Desa Tlekung.

​"Melihat lahan ini sekarang, saya merasa sangat bangga. Dahulu kita berjuang untuk kepastian hukumnya, dan hari ini kita melihat tanah ini telah menghidupi masyarakat melalui pengelolaan yang luar biasa oleh KTH Guyub Rukun," ungkap Heli dengan nada haru.

BACA JUGA:Kebiasaan Main HP saat di Toilet: Sepele tapi Bisa Berdampak Serius

​Lahan produktif ini kini dikelola secara profesional oleh Koperasi Produsen Merah Putih Puthuk Sejahtera melalui Unit Usaha Giri Murti. Kawasan tersebut tidak lagi hanya menjadi lahan pertanian biasa, melainkan telah berkembang menjadi destinasi multifungsi yang mencakup:

  • ​Wisata Edukasi Kopi: Menonjolkan potensi kopi lokal dari hulu ke hilir.
  • ​Fasilitas Penginapan (Homestay): Menunjang sektor pariwisata berbasis desa.
  • ​Kuliner Tradisional: Pemberdayaan ekonomi kreatif warga sekitar.

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 24 April: 14 kecamatan Hujan Ringan, 16 Udara Kabur, Sebagian Jatim Level Waspada

Pengembangan kawasan ini juga mendapatkan pendampingan akademis dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk memastikan standar pengelolaan yang berkelanjutan.

​Komitmen Pemerintah Daerah

​Heli Suyanto menekankan pentingnya filosofi "Mangun Karsa, Ngopeni Alam, Nguripi Budaya" sebagai fondasi pembangunan desa. Ia mengapresiasi masyarakat yang mampu menjaga keseimbangan antara eksploitasi ekonomi dan konservasi lingkungan.

BACA JUGA:Kuliner Pasar Among Tani Batu Viral, Food Court Lantai 3 Surga Makanan Murah dari Nasi Empok hingga Es Teh

​"Giri Murti adalah contoh nyata bahwa jika alam dirawat (diopeni), maka alam akan menghidupi kita. Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk terus mendukung, terutama dalam penguatan infrastruktur jalan agar akses ke pusat edukasi kopi ini semakin mudah," tegasnya.

​Acara peresmian yang berlangsung khidmat di tengah asrinya perkebunan kopi tersebut ditutup dengan peninjauan fasilitas pendukung. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran Kepala OPD Pemkot Batu, Camat Junrejo, serta tokoh masyarakat desa setempat

Sumber: