1 tahun disway

Produksi Padi Digenjot, Pemkot Malang Turunkan 10 Ton Benih untuk Petani

Produksi Padi Digenjot, Pemkot Malang Turunkan 10 Ton Benih untuk Petani

Gerakan Tanam Padi Serempak--

KEDUNGKANDANG, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Malang menggenjot produksi padi melalui Gerakan Tanam Serentak se-Jawa Timur dengan menyalurkan bantuan 10 ton benih kepada petani serta mempercepat masa tanam di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan dan mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan mulai terjadi dalam waktu dekat.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, percepatan tanam menjadi strategi penting agar hasil panen tetap optimal dengan memanfaatkan sisa musim hujan hingga akhir April.

“Kita manfaatkan momentum hujan yang masih ada agar masa tanam tidak terlambat dan produksi tetap terjaga,” ujarnya saat mengikuti kegiatan tanam serentak di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Rabu (22/4).

BACA JUGA:11 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan Terbaik 2026, Poco F6 hingga Samsung A17 5G Masuk Daftar, Mana Paling Worth It?

Selain percepatan tanam, Pemkot Malang menyalurkan benih varietas Inpari 32 dan Inpari 45 dengan total 10.000 kilogram pada Tahun Anggaran 2026.

Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban petani sekaligus meningkatkan produktivitas lahan pertanian di tengah tantangan cuaca.

“Harapannya petani tidak kesulitan mendapatkan benih dan bisa langsung melakukan penanaman,” kata Wahyu.

BACA JUGA:Aman Tercelup Air hingga Kedalaman 6 Meter dan Tahan Debu Ekstrem, Ini Deretan HP Rating IP68 Termurah 2026

Pemkot juga memastikan ketersediaan pupuk subsidi dalam kondisi aman. Kebutuhan pupuk telah disusun lebih awal melalui koordinasi bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, penyuluh lapangan, serta kelompok tani.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang Slamet Husnan menyebut lahan tanam di Mulyorejo seluas 1,1 hektare menjadi lokasi utama kegiatan serentak di Kota Malang.

Sedangkan di empat kecamatan lainnya, tanaman padi telah lebih dulu ditanam dan kini memasuki usia sekitar 35 hari.

Dengan percepatan tanam dan dukungan benih tersebut, Pemkot Malang optimistis produksi padi tetap terjaga sehingga pasokan pangan masyarakat aman dan harga beras tetap stabil. 

Sumber: