1 tahun disway

Mitos atau Fakta? Telur Disebut Penyebab Bisul, Ini Penjelasan Medisnya

Mitos atau Fakta? Telur Disebut Penyebab Bisul, Ini Penjelasan Medisnya

Telur penyebab bisul adalah hoax--enimekspres - Disway

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Anggapan bahwa konsumsi telur dapat menyebabkan bisulan masih banyak dipercaya di masyarakat. Padahal, secara medis, hal tersebut tidak terbukti dan tergolong sebagai hoaks.

Dihimpun Disway Malang dari beberapa sumber, Kamis (234/2026), bisul atau dalam istilah medis disebut Furunkel merupakan infeksi pada folikel rambut yang umumnya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Infeksi ini bisa terjadi ketika bakteri masuk melalui pori-pori atau luka kecil pada kulit, kemudian berkembang menjadi benjolan yang meradang dan berisi nanah.

BACA JUGA:Tantangan Belanja Online di Tengah Peringatan Hari Konsumen Nasional 20 April

Telur merupakan sumber protein hewani yang kaya nutrisi, seperti vitamin B12, vitamin D, serta mineral penting yang dibutuhkan tubuh. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa telur dapat memicu munculnya bisul.

Selain itu, telur juga mengandung lemak, karbohidrat, dan asam amino esensial sehingga telur memiliki peran penting bagi pertumbuhan tubuh. Karena sebagaimana diketahui bahwa sebagai bahan biologi, telur merupakan sumber nutrisi yang lengkap, serta harganya yang terjangkau oleh berbagai kalangan Masyarakat.

Mitos ini diduga muncul karena kebetulan, ketika seseorang mengonsumsi telur lalu mengalami bisulan, sehingga keduanya dianggap saling berkaitan. Padahal, proses infeksi bakteri bisa terjadi jauh sebelum gejala bisul terlihat.

BACA JUGA:Viral di Media Sosial, Kata ‘Kesusu’ Sudah Lama Masuk KBBI, Ini Penjelasannya

Sebagian orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap telur yang ditandai dengan gatal atau ruam pada kulit. Namun, kondisi tersebut berbeda dengan bisul karena tidak melibatkan infeksi bakteri.

Studi dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry pun menyebutkan gejala terhadap seseorang yang alergi dengan putih telur adalah sakit kepala, mual, ruma kemerahan di kulit, bukan bisul.

Faktor utama yang meningkatkan risiko bisulan justru berkaitan dengan kebersihan dan kondisi tubuh. Seperti kurang menjaga kebersihan kulit, daya tahan tubuh yang menurun, hingga penyakit tertentu seperti Diabetes yang dapat mempermudah terjadinya infeksi.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tidak lagi mempercayai mitos tersebut. Mengonsumsi telur dalam jumlah wajar tetap aman dan bahkan bermanfaat bagi kesehatan. Upaya pencegahan bisul sebaiknya difokuskan pada menjaga kebersihan diri, pola makan seimbang, serta memperkuat sistem imun tubuh.

BACA JUGA:Perluas Jaringan Global, Bank Indonesia Luncurkan QRIS di Tiongkok Akhir April 2026

Sumber: dinas peternakan dan kesehatan hewan kabupaten lebak