UNISMA Raih Pendanaan Riset Internasional KONEKSI, Kembangkan Model Pembelajaran Transformatif di NTB
Tim peneliti Universitas Islam Malang (UNISMA) usai lolos pendanaan riset internasional KONEKSI.--ig unisma_malang
MALANG, DISWAYMALANG.ID – Universitas Islam Malang (UNISMA) terpilih sebagai salah satu penerima pendanaan riset internasional dalam program KONEKSI. Pendanaan ini mendukung penelitian kolaboratif bertema “Transformative Learning in NTB: A Project-Based Collaborative Model for Primary Education Grounded in Lumbung Commoning” yang berfokus pada penguatan pendidikan dasar.
Keberhasilan memperoleh pendanaan ini menjadi langkah strategis bagi UNISMA dalam memperluas jejaring riset global sekaligus menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual. Program KONEKSI sendiri dikenal sebagai skema kemitraan Indonesia–Australia yang kompetitif, sehingga lolosnya tim peneliti UNISMA menunjukkan kapasitas akademik yang kuat dan relevan dengan kebutuhan pembangunan.
BACA JUGA:UB Tanam Pohon Langka, Perkuat Komitmen Kampus Hijau dan Mitigasi Iklim
Dikutip Disway Malang dari akun Instagram resmi Universitas Islam Malang (@unisma_malang), Senin (20/4/2026) Penelitian ini mengusung pendekatan project-based learning yang dipadukan dengan konsep lumbung commoning, yaitu praktik berbasis kearifan lokal yang menekankan gotong royong, berbagi sumber daya, dan keberlanjutan komunitas. Model ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan dasar di Nusa Tenggara Barat (NTB), mulai dari keterbatasan akses hingga kebutuhan metode belajar yang lebih adaptif dan aplikatif.
Tim peneliti UNISMA dalam program ini dipimpin oleh H. Muhammad Yunus, S.Pd.I., M.Pd., dengan anggota:
1. Zaki Mazhabi, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
2. Durotun Nasihah, S.S., M.A.
3. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd.
4. Imam Wahyudi, M.Pd.
5. Hamuddin, S.Pd.I., M.Pd.
6. Mahayu Woro Lestari, M.P.
7. Siti Asmaniyah Mardiyani, S.P., M.P.
BACA JUGA:Polinema Gandeng ITERATI, Gelar Seminar Nasional Bahas Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia
Keterlibatan tim lintas disiplin ini memungkinkan lahirnya model pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga dapat diimplementasikan secara langsung di lingkungan sekolah dasar. Selain itu, penerapan nilai lokal dalam proses pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus memperkuat identitas budaya setempat.
Sumber: ig @unisma_malang




