1 tahun disway

UB Luncurkan BOUMI, Produk Perawatan Anak Berbasis Bahan Alami

UB Luncurkan BOUMI, Produk Perawatan Anak Berbasis Bahan Alami

Kepala Institute Atsiri UB Prof. Dr. Drs. Warsito, MS dan tim riset--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID—Universitas Brawijaya (UB) melucurkan BOUMI. Sebuah merek dagang produk perawatan anak usia 4-14 tahun (kids care), diracik dengan bahan alami minyak atsiri dan rambut jagung. Ini merupakan hasil kolaborasi UB (Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi dan Brawijaya Multi Usaha) bersama PT Cedefindo-Martha Tilaar Group.

BACA JUGA:Polinema Gandeng ITERATI, Gelar Seminar Nasional Bahas Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia

Dikutip dari laman resmi UB, Senin (20/4/2026), Kepala Institute Atsiri UB Warsito menjelaskan, penggunaan minyak atsiri dalam produk BOUMI tidak hanya sebagai aromatik. Namun juga memiliki berbagai manfaat untuk kulit anak.

“Senyawa aktif dari atsiri lokal yang kami gunakan bukan sekadar pemberi aroma, mereka memiliki fungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan moisturizing untuk kulit anak,” jelasnya.

Telah melalui Uji Keamanan dan Efikasi

Ia menegaskan bahwa seluruh formulasi BOUMI telah melalui uji keamanan dan efikasi secara ketat sebelum masuk ke tahap produksi bersama pihak industri.

BACA JUGA:Polinema Tingkatkan Kualitas Layanan Mahasiswa Asing melalui Kolaborasi dengan Universitas Negeri Malang

Selain itu, inovasi juga dilakukan melalui pemanfaatan rambut jagung sebagai bahan dalam produk sunscreen BOUMI. Peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian UB, Rosalina Ariesta Laeliocattleya, menyampaikan bahwa bahan tersebut dipilih setelah melalui penelitian.

Selama ini, rambut jagung kerap dianggap sebagai limbah pertanian. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan tersebut mengandung senyawa ferulic acid dan flavonoid yang memiliki kemampuan dalam menyerap sinar ultraviolet.

“Kami menemukan bahwa bahan tersebut memiliki potensi sebagai penghantar UV yang telah memenuhi standar SPF 30+,” ujarnya.

Dari sisi keamanan, tim dermatologi UB juga turut memastikan bahwa produk ini aman digunakan oleh anak. Sinta Murlistyarini menjelaskan bahwa kulit anak memiliki struktur yang berbeda dengan orang dewasa. Lapisan kulitnya lebih tipis dan lebih rentan terhadap iritasi.

BACA JUGA:Peringati Hari Kartini, Wakil Bupati Malang Ajak Perempuan Tirtoyudo Jadi Penggerak Ekonomi Desa

BACA JUGA:Hari Kedua AITF Komdigi x FILKOM UB, Tim SR Paparkan Progres Proyek

Ia menambahkan, banyak produk anak di pasaran masih menggunakan formulasi dewasa dengan sedikit penyesuaian. Oleh karena itu, tim melakukan pengujian langsung pada subjek manusia untuk memastikan keamanan produk.

“Sekarang masyarakat sudah lebih kritis dan tidak hanya percaya klaim. Mereka membutuhkan hasil uji langsung dan pendapat dari para ahli,” jelasnya.

Sumber: prasetya.ub.ac.id