Tol Malang-Kepanjen Belum Bergerak, Pemkab Malang Masih Buru Investor
Ilustrasi Tol Malang Kepanjen--
KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID – Proyek jalan tol yang menghubungkan Kota Malang dengan Kepanjen hingga kini belum juga masuk tahap pembangunan. Pemerintah Kabupaten Malang mengungkapkan realisasi proyek strategis tersebut masih menunggu kehadiran investor agar dapat segera dijalankan.
Kepala Bappeda Kabupaten Malang Tomie Herawanto mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih menawarkan proyek Tol Malang-Kepanjen kepada badan usaha melalui skema kerja sama investasi.
BACA JUGA:UNITRI Kukuhkan 400 Wisudawan, Sudah Dilengkapi Sertifikasi Kompetensi
“Masih kami tawarkan kepada badan usaha. Saat ini masih tahap diskusi,” ujarnya.
Menurut Tomie, proyek tersebut dirancang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sehingga pelaksanaannya tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah.
Saat ini, Pemkab Malang juga masih melakukan pemutakhiran studi kelayakan atau feasibility study pada tahun anggaran 2026 sebagai salah satu syarat lanjutan proyek.
Tol Malang-Kepanjen dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung konektivitas wilayah sekaligus mengurai kepadatan arus lalu lintas menuju pusat pemerintahan Kabupaten Malang di Kepanjen.
BACA JUGA:Sebanyak 1.624 CJH Kabupaten Malang Dijadwalkan Berangkat 24-26 April
Selain itu, keberadaan tol juga diharapkan mampu mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dari kawasan Kota Malang menuju wilayah selatan Kabupaten Malang.
BACA JUGA:Polinema Gandeng ITERATI, Seminar Nasional Bahas Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia
Di sisi lain, Pemkab Malang juga masih menawarkan sejumlah proyek strategis lain kepada investor, seperti revitalisasi Pasar Lawang, pembangunan Bromo Vulcania Park, sky train, hingga masjid negara.
Dari sejumlah proyek tersebut, pengembangan RSUD Kanjuruhan disebut menjadi proyek yang progresnya paling maju.
Pemerintah daerah menilai skema KPBU menjadi solusi di tengah keterbatasan fiskal daerah dan kebijakan efisiensi anggaran, sehingga pembangunan infrastruktur strategis tetap dapat berjalan tanpa sepenuhnya membebani APBD.
Jika investor segera masuk, proyek Tol Malang-Kepanjen diharapkan menjadi salah satu pengungkit baru pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Malang Raya. (Ab)
Sumber:




