PLN Dukung Kebutuhan Energi Era Digital dengan Prioritaskan Pengembangan PLTS
Peluncuran Enlit Asia – Electricity Connect 2026 pada Jumat, 17 April 2026 --disway news network
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID-PT PLN (Persero) mengambil peran kunci dalam merealisasikan peta jalan nasional untuk pengembangan energi bersih. Antara lain dengan peningkatan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, transformasi kebijakan pengembangan energi bersih menjadi aksi nyata, kini menjadi prioritas utama perusahaan. Aksi nyata yang dimaksud, mulai dari akselerasi proyek PLTS dan Battery Energy Storage System (BESS) hingga penguatan Program Listrik Desa (Lisdes).
Selaras dengan tema 'Powering Regional Sovereignty, Securing Energy System Resilience', PLN menurut Darmawan, hadir untuk menunjukkan berbagai Quick Wins atau capaian nyata. Khususnya aksi dan capaian yang membuktikan transisi energi di Indonesia telah berjalan melalui digitalisasi jaringan dan penguatan sistem yang tangguh.
"Kami mengundang kolaborasi lintas batas untuk membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang tidak hanya bersih dan andal," tutut Darmawan, saat peluncuran event Enlit Asia–Electricity Connect 2026 pada Jumat, 17 April 2026.
Enlit Asia–Electricity Connect 2026 merupakan ajang tahunan sektor ketenagalistrikan ASEAN yang akan berlangsung pada 22–24 September 2026 Penyelenggaraan event ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian ESDM dan PLN.
Darmawan menambahkan, infrastruktur ketenagalistrikan yang dimaksuskan mampu menjadi tulang punggung bagi kedaulatan ekonomi Indonesia dan ASEAN di kancah global. Antara lain, berupa PLTS.
Melalui percepatan pengembangan PLTS, lanjut Darmawan, Indonesia tidak hanya menargetkan penurunan emisi. Tetapi juga memastikan kesiapan infrastruktur energi dalam mendukung era digital yang semakin kompetitif dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Dari Sejarah sampai Ilmu Pengetahuan, Ini Daftar Buku Rekomendasi Ferry Irwandi
BACA JUGA:ASDP Perkuat Fasilitas Pendidikan di Jatim, Hadirkan Smart Classroom hingga Rehabilitasi Sekolah
Kebutuhan Sektor Digital
Perlu diketahui, kebutuhan listrik sektor digital terus meningkat. Terutama, untuk data center yang tumbuh pesat di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Berdasarkan data terbaru, kebutuhan listrik dari industri data center diproyeksikan meningkat hingga 20 persen per tahun.
Karena itulah. peta jalan pengembangan energi bersih di Indonesia, tidak semata untuk membangun fondasi utama energi masa depan. Energi bersih, termasuj PLTS, diposisikan sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan ganda: transisi energi bersih dan pertumbuhan ekonomi digital.
Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wanhar Abdurrahim, pemerintah berkomitmen memastikan ketersediaan energi bersih yang kompetitif bagi industri masa depan. Termasuk menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang terus tumbuh pesat secara eksponensial di tanah air.
"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menjawab kebutuhan listrik sektor data center yang tumbuh ekspansif melalui kebijakan yang konsisten dan inovatif," ujarnya, Jumat (17/4).
Pemerintah, lanjut dia, tengah mengakselerasi transisi energi dengan membuka peluang investasi hijau yang sangat besar. Targetnya melakukan pengembangan PLTS sebesar 100 GW sebagai pilar utama bauran energi nasional.
Sumber: disway news network











