Iran Tegaskan Hak Pengayaan Uranium Tak Bisa Diganggu Gugat, Jelang Putaran 2 Perundingan dengan AS
Situs Pengayaan Uranium Fordow, Provinsi Qom, Iran. Salah satu yang diserang oleh AS. Dunia menantikan apakah ada dampak radioaktif dari serangan tersebut -Maxar Technology via AFP ---
TEHERAN, DISWAYMALANG.ID–AS dan Israel selalu mempersoalkan pengayaan uranium Iran. Namun Iran menegaskan tidak akan pernah melepaskan haknya untuk melakukan hal itu demi kepentingan energi nuklir di dalam negeri.
Penegasan Iran ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei dalam konferensi pers mingguan pada Rabu, 16 April 2026. Pernyataan ini keluar di tengah upaya Pakistan untuk membawa dua pihak yang berperang, Iran dan Amerika Serikat (AS) ke meja perundingan lagi pasca-gagalnya perundingan di Islamabad akhir minggu lalu.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin putaran 1 perundiingan dengan Iran, menyebutkan bahwa Iran akan ditawari "Grand Bargain" atau kesepakatan besar dalam putaran 2. Tawaran ini mencakup pengakhiran perang enam minggu dengan Israel dan AS, sekaligus penyelesaian sengketa program nuklir Teheran yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Baqaei menekankan, hak Iran atas energi nuklir berakar kuat dalam hukum internasional dan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Ia membantah berbagai spekulasi media Barat terkait program pengayaan Iran dan menyatakan bahwa hak-hak tersebut bersifat tak bisa ditawar (non-negotiable)
"Hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir adalah bagian dari hak yang diberikan oleh keanggotaan kami dalam NPT. Mengenai tingkat dan jenis pengayaan, diskusi tersebut terbuka untuk negosiasi, namun Iran harus tetap dapat melanjutkan pengayaan berdasarkan kebutuhannya," ujar Baqaei kepada wartawan.

Jubir Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baqaei mengungkapkan bahwa pengayaan uranium adalah hak Iran yang tak bisa diganggu gugat-Tasnim News Agency---
Pernyataan ini muncul di tengah beredarnya laporan mengenai jalannya negosiasi antara Iran dan AS baru-baru ini di Pakistan. Baqaei membantah klaim media mengenai kesepakatan spesifik dalam perundingan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kesepakatan apa pun harus terlebih dahulu menetapkan kerangka kerja yang komprehensif.
BACA JUGA:Selat Hormuz Diblokade AS usai Gagalnya Perundingan Damai, Kapal Tanker China Lolos Melenggang
"Sebelum syarat-syarat keseluruhan disepakati, diskusi mengenai hal-hal spesifik, terutama terkait isu kritis seperti perang dan perdamaian yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, masih terlalu dini untuk dilakukan."
Menanggapi usulan Rusia untuk memindahkan cadangan uranium yang diperkaya milik Iran ke Moskow, Baqaei menyebutkan bahwa dalam setiap perjanjian nuklir memang terdapat banyak opsi. Namun, ia mencatat bahwa pihak-pihak terkait belum mencapai tahap tersebut, merujuk pada pengalaman masa lalu dalam Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).
Baqaei juga menyinggung sikap Amerika Serikat yang dinilai terus menunjukkan iktikad buruk sepanjang proses diplomatik. Terkait peran Pakistan, ia mengonfirmasi bahwa pertukaran pesan terus berlangsung sejak hari Minggu lalu. Iran dijadwalkan menjamu delegasi Pakistan hari ini untuk melanjutkan pembahasan mendalam mengenai pandangan kedua belah pihak.
BACA JUGA:Negosiasi AS–Iran di Pakistan Gagal, Wapres AS: Masih Terbuka Pintu Damai
Mengenai kemungkinan perpanjangan gencatan senjata, Baqaei enggan memberikan detail lebih lanjut namun menegaskan bahwa keseriusan Washington harus dievaluasi terlebih dahulu. Menurutnya, pihak Amerika Serikat-lah yang perlu membuktikan komitmen mereka terhadap proses negosiasi yang sedang berjalan.
Sumber: harian disway











