UB Terjunkan 1.000 Mahasiswa ke 76 Desa lewat Program MMD 2026
Universits Brawijaya Sosialisasikan MMD 2026, Siapkan 1.000 Mahasiswa untuk Terjun ke 76 Desa--prasetya.ub.ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Universitas Brawijaya kembali menggulirkan program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) tahun 2026 sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), kegiatan sosialisasi program ini digelar secara daring pada Rabu (15/4/2026) dan diikuti oleh ribuan mahasiswa dari berbagai fakultas.
Program MMD 2026 mengusung tema “Mahasiswa Berdampak melalui IPTEKS menuju Desa Berdaya.” Sebanyak 1.000 mahasiswa dijadwalkan diterjunkan ke 76 desa yang tersebar di delapan wilayah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Malang, Lamongan, Blitar, Kediri, Banyuwangi, Ngawi, Bojonegoro, serta Trenggalek.
Ketua pelaksana MMD 2026 Muhammad Fakhri SPi MP PhD menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai sarana bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi konkret sekaligus memperkuat citra positif kampus.
BACA JUGA:Anjas Maradita Kupas Tuntas Peran AI di Era Digital dalam Kuliah Umum NVIDI
“Program ini diharapkan mampu menjadi wadah kontribusi nyata mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat desa sekaligus membawa nama baik UB di tengah masyarakat,” kata Fakhri dikutip dari laman resmi UB, prasetya.ub.ac.id, Kamis (16/4/2026) .
Ia menekankan bahwa pelaksanaan MMD tahun ini selaras dengan prioritas pembangunan nasional, termasuk agenda strategis pemerintah serta kebijakan rektorat. Fokus kegiatan mencakup penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan, hingga penguatan kapasitas desa tangguh.
Dari sisi teknis, pendaftaran program dibuka melalui Sistem Informasi Akademik Mahasiswa (SIAM) UB pada 13–27 April 2026. Mahasiswa yang dapat mendaftar adalah mereka yang telah mencapai minimal semester empat dan mengantongi sedikitnya 75 SKS. Peserta terpilih nantinya akan menjalankan program pengabdian selama satu bulan, mulai 6 Juli hingga 6 Agustus 2026.
Kepala Subdirektorat Pengabdian kepada Masyarakat Yusron Sugiarto STP MP MSc PhD dalam sambutannya mengingatkan, partisipasi dalam MMD sebaiknya dilandasi semangat pengabdian. Bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik. Ia mendorong mahasiswa untuk hadir dengan kepedulian dan inisiatif dalam membantu masyarakat desa berkembang.
“Boleh jadi sebagian dari kalian hadir karena tuntutan akademik atau ingin mencari pengalaman di luar kampus. Namun, harapan saya ada yang lebih besar dari itu yakni panggilan jiwa untuk berkontribusi nyata membangun desa. Jangan hanya berdiam di bangku kuliah, sementara di luar sana ada desa-desa yang menunggu pemikiran dan kepedulian kalian,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur DRPM (Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat) UB Prof Luchman Hakim SSi MAgr Sc PhD menegaskan, sosialisasi ini menjadi tahap awal penting agar mahasiswa memahami alur, tujuan, serta harapan dari program MMD 2026. Ia berharap kegiatan ini mampu mempersiapkan peserta secara matang sebelum terjun langsung ke lapangan.
Dengan skala yang semakin luas, MMD 2026 diharapkan tidak hanya menjadi program rutin, tetapi juga menjadi motor penggerak kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan desa yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Inovasi Tepung Buah Naga Jadi Alternatif Sehat, Najwa Afifah Tuntaskan Studi di FIKES UB
Sumber: prasetya.ub.ac.id











