Joko Anwar Izinkan UMKM Jual Merchandise 'Ghost in the Cell' Gratis Tanpa Royalti
--IntipSeleb
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Kabar baik datang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sutradara ternama Indonesia Joko Anwar secara resmi mengizinkan UMKM untuk membuat dan menjual merchandise dari film Ghost in the Cell tanpa dikenakan biaya lisensi maupun royalti.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Joko Anwar melalui akun Instagram pribadinya, @jokoanwar, dikutip Disway Malang, Kamis (16/4/2026). Dalam unggahan itu, ia membuka akses bagi pelaku UMKM untuk menggunakan aset visual dan identitas brand dari film tersebut secara gratis untuk kepentingan komersial skala kecil.
BACA JUGA:Petani Cabai Malang Panen Melimpah, Harga Tetap Tinggi Distribusi Jadi Sorotan
“Teman-teman UMKM yang ingin membuat dan menjual merchandise dari Ghost in the Cell dipersilakan menggunakan asset dan brand identity secara gratis dan bebas royalti untuk keperluan komersial skala UMKM,” tulisnya.
Ia juga menambahkan bahwa aset resmi telah disediakan melalui tautan yang tersedia di profilnya, lengkap dengan ketentuan penggunaan (terms of use) yang harus diperhatikan oleh para pelaku usaha.
BACA JUGA:Pasar Tradisional Sawojajar Malang Bertransformasi: Didorong Jadi Pasar Modern Berbasis Digital
Langkah ini terbilang tidak biasa di industri perfilman, yang umumnya menerapkan sistem lisensi dan royalti ketat terhadap penggunaan aset film untuk kebutuhan komersial. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan ekonomi kreatif, khususnya bagi pelaku UMKM di Indonesia.
Dengan adanya kebebasan akses ini, UMKM memiliki peluang untuk berinovasi menciptakan berbagai produk seperti kaos, poster, stiker, hingga aksesoris yang terinspirasi dari film Ghost in the Cell. Di sisi lain, langkah ini juga berpotensi memperluas jangkauan promosi film secara organik melalui produk-produk kreatif yang beredar di masyarakat.
Kebijakan yang diambil Joko Anwar ini juga mencerminkan pendekatan inklusif dalam membangun ekosistem industri kreatif, di mana kolaborasi antara kreator besar dan pelaku usaha kecil dapat berjalan beriringan.
Dengan membuka akses tanpa royalti, Joko Anwar tidak hanya mendukung UMKM untuk berkembang, tetapi juga menghadirkan model baru distribusi nilai dalam industri perfilman Indonesia yang lebih terbuka dan kolaboratif.
Hak Distribusi Terjual ke 86 Negara
Film Ghost in the Cell memang fenomenal. Dijadwalkan rilis pada 16 April hari ini, film ini telah lebih dulu terjual hak distribusinya ke 86 negara, termasuk pasar besar seperti Amerika Serikat dan Inggris.
BACA JUGA:Film 'Ghost in the Cell' Karya Joko Anwar Tembus Berlinale 2026
Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa film Indonesia semakin mendapat tempat di industri perfilman global. Tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, Ghost in the Cell juga akan tayang di berbagai wilayah seperti Eropa, Amerika Latin, hingga Afrika.
Sumber: instagram @jokoanwar











