Rawan Roboh! Tembok Pasar Besar Malang Retak, Pemkot Fokus Penanganan Darurat
Kondisi Samping Pasar Besar Malang Yang hampir Roboh--
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID–Kondisi Pasar Besar Malang kian mengkhawatirkan. Tembok pembatas di sisi timur dilaporkan mengalami retakan serius dan berpotensi roboh, memicu risiko keselamatan bagi pedagang maupun pengunjung.
BACA JUGA:Inovasi Tepung Buah Naga Jadi Alternatif Sehat, Najwa Afifah Tuntaskan Studi di FIKES UB
Pemerintah Kota Malang memastikan telah mengambil langkah awal dengan menutup area rawan. Sejumlah titik di sekitar tembok retak kini dipasangi banner larangan berjualan dan parkir guna mencegah aktivitas di zona berbahaya.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan langkah tersebut merupakan penanganan darurat untuk meminimalisir potensi korban.
“Kami sudah pasang larangan di titik yang berisiko untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” ujarnya, Selasa (14/4).
Selain pembatasan area, Pemkot Malang juga mulai menyiapkan langkah lanjutan berupa kajian teknis terhadap kondisi konstruksi bangunan. Dinas PUPR-PKP akan dilibatkan untuk melakukan penilaian menyeluruh guna memastikan tingkat kerusakan serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Hasil sementara, penanganan masih difokuskan pada upaya pencegahan agar struktur tembok tidak roboh dalam waktu dekat. Perbaikan menyeluruh belum dilakukan dan masih menunggu hasil kajian teknis.
BACA JUGA:Lepas Sambut Kaajendam V/Brawijaya, Pemkot Malang Tegaskan Penguatan Sinergi TNI–Daerah
Pemkot juga mengakui kondisi bangunan Pasar Besar Malang secara umum sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan lebih komprehensif.
“Nanti akan dilakukan penilaian konstruksi untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan langkah selanjutnya,” kata Wahyu.
Sementara itu, rencana revitalisasi pasar yang selama ini menjadi solusi jangka panjang masih belum terealisasi. Proses tersebut terkendala berbagai faktor, termasuk dinamika di internal pedagang.
BACA JUGA:Gula Berlebih dari Minuman Manis, Ancaman Nyata di Balik Tren Nongkrong Mahasiswa Malang
Di sisi lain, kajian akademik dari Teknik Sipil Universitas Brawijaya sebelumnya telah menyebut struktur bangunan pasar dalam kondisi tidak stabil. Kerusakan juga diperparah oleh riwayat kebakaran yang berulang.
Dengan kondisi tersebut, Pemkot Malang kini fokus pada dua langkah utama, yakni pengamanan area rawan dan percepatan kajian teknis sebagai dasar penanganan lanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah risiko kecelakaan sembari menyiapkan solusi permanen bagi Pasar Besar Malang.
Sumber:











