Prof Ilfi Nur Diana Paparkan Peran Penting Perempuan sebagai Pilar Pembangunan
Prof Ilfi Nur Diana saat memaparkan materinya dalam Talk Show Strong Women Strong Nation di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Mingggu (12/4)-vaura/diswaymalang-
BATU, DISWAYMALANG.ID – Suasana pertemuan para tokoh perempuan dalam acara Talk Show Strong Women Strong Nation di Graha Pancasila Balai Among Tani Kota Batu, Minggu (12/4) mendadak penuh takzim saat Prof Dr Hj Ilfi Nur Diana MSi tampil sebagai pemateri. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menjadi pelengkap dua nara sumber sebelumnya dalam talk show yang diselenggarakan Perwosi Kota Batu bersama Disway Malang dan Harian Disway ini. Dia membawakan materi yang berbobot tentang peran perempuan, yang dilengkapi dengan aspek relijius.
BACA JUGA:Ira Puspadewi Soroti Pentingnya Inovasi, Kualitas Pendidikan, dan Kepemimpinan Perempuan bagi Kemajuan Bangsa
BACA JUGA:Filosofi 'Mung Tulung' dan Integritas: Kunci Sukses Dea Bakery Menebar Manfaat
Prof. Ilfi tidak sekadar berbagi materi, melainkan menarik benang merah sejarah. Ia menyandingkan karakter para tokoh perempuan --khususnya yang hadir sebagai nara sumber dan penyelenggara-- dengan kemuliaan sifat istri-istri Rasulullah SAW.
Dalam pandangannya, Prof. Ilfi memotret tiga karakteristik utama dari para tokoh yang hadir:
- Ridha Heli Suyanto, Ketua Perwosi Kota Batu. representasi keteladanan Siti Aisyah RA
- Ira Puspadewi, representasi keteladanan dari Ummu Salamah RA
- Mulyani Hadiwijaya, representasi keteladanan dari Siti Khadijah RA
Prof. Ilfi secara khusus memuji Ibu Ridha Heli Suyanto sebagai sosok yang tidak hanya menawan secara personal, tetapi juga memiliki kedalaman intelektual yang luar biasa. "Beliau seperti Siti Aisyah, tempat bertanya tentang keilmuan. Luar biasa Ibu Rida ini menjadi teladan bagi kita semua di Kota Batu," ungkapnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Kepada Ira, Rektor UIN Maliki mengungkapkan rasa kagumnya yang tersembunyi. Ia menyebut Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry periode 2017-2024 ini sebagai sosok Resilience Mother. Layaknya Ummu Salamah, istri Rasulullah SAW yang berani memperjuangkan hak dan menyelamatkan banyak orang di tengah terpaan badai masalah.
Sementara itu, sosok Mulyani Hadiwijaya dinilai berhasil menghidupkan semangat Siti Khadijah di era modern. Sebagai seorang pebisnis yang memiliki peran sosial kuat, founder Dea Bakery ini dipandang sebagai sistem pendukung utama dalam pembangunan masyarakat.
"Jika kita ingin melihat bagaimana peran perempuan dalam sejarah Islam bertransformasi di masa kini, lihatlah sinergi para perempuan hebat ini," katanya.

Prof Ilfi Nur Diana (tengah) bersama dua narasumber lain dan penyelenggara dari Perwosi Kota Batu dan Disway Malang-vaura/diswaymalang-
Perempuan Harus Berdaya
Lebih lanjut, Prof Ilfi memaparkan materinya yang bertajuk: Peran Perempuan dalam Pembangunan Bangsa melalui Pendidikan. Dia menguraikan pesan mendalam terkait peran dasar manusia.
Menurut dia, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. Yakni. melalui pendidikan yang berkelanjutan.
“Ibu-ibu sekalian, ada dua hal tugas kita sebagai manusia. Pertama sebagai hamba Tuhan, dan yang kedua sebagai pemimpin," paparnya.
Sebagai hamba Tuhan, kata Prof Ilfi. harus beriman dan bertakwa. Kemudian sebagai pemimpin harus berilmu atau berpendidikan. "Oleh karenanya, carilah ilmu dari lahir sampai ke liang lahat,” tambahnya.
BACA JUGA:Kartini Power Run 2026 Menjadi Fun Run Pertama di Kota Batu dengan Peserta Perempuan
Sebagai seorang perempuan, lanjut Prof Ilfi, peran tersebut tidak hanya berhenti pada pemenuhan kewajiban pribadi. Tetapi, juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan melalui pendidikan. "Perempuan didorong untuk terus berdaya, baik melalui keterlibatan dalam organisasi-organisasi, peningkatan kapasitas diri, maupun peran aktif di tengah masyarakat," urainya.
Lebih lanjut, Prof. Ilfi menekankan pentingnya peran ibu dalam keluarga sebagai fondasi bangsa. Seorang ibu, menurut dia adalah manajer kualitas hidup keluarga. Dengan pengertian, ibu adalah sosok yang mampu mengelola aspek emosional, keuangan, dan spiritual dalam keluarga.
"Nah artinya, perempuan itu memiliki posisi penting sebagai pilar negara. Jadi, apabila wanita itu baik maka akan baiklah negara dan apabila wanita itu rusak, maka akan rusak pula negara.” jelasnya.
Di akhir sesi talk show yang merupakan bagian daro event Kartini Power Run 2026 ini, Prof. Ilfi memberikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta yang hadir. Dia meminta pada perempuan untuk menjadi perempuan yang tangguh seperti Ummu Salamah. Jika mendapat tekanan, kata dia, jangan dijadikan penyakit hati, tetapi jadikan sebagai suatu tantangan untuk terus tumbuh.
"Jadilah Kartini-Kartini di era modern yang mampu membawa perubahan bagi lingkungan dan bangsa,” pesannya.

Prof Ilfi Nur Diana berfoto bersama peserta yang aktif bertanya dalam talk show Strong Women Strong Nation, Munggu (12/4)-vaura/diswaymalang-
Pada kesempatan itu, Prof Ilfi juga sempat memberikan bingkisan kepada tiga peserta talk show yang aktif bertanya. Saat.berjalan pulang usai talk show dia juga dengan ramah melayani peserta yang ingin bersalaman. (*)
Sumber:











