UM Perkuat Kerja Sama Internasional, Gandeng Kampus China Kembangkan Pendidikan Vokasi Global
Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat ekspansi kerja sama internasional dengan menggandeng Tianjin University of Technology and Education (TUTE), China. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri dan jejaring globa--
BEIJING, DISWAYMALANG.ID – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat ekspansi kerja sama internasional dengan menggandeng Tianjin University of Technology and Education (TUTE), China. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan pendidikan vokasi berbasis industri dan jejaring global.
BACA JUGA:Vokasi UB Perluas Jejaring Global, Terima Mahasiswa Magang Internasional asal Malaysia
Pertemuan yang berlangsung Rabu (8/4) menghasilkan sejumlah kesepahaman strategis. Mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi riset, hingga pengembangan program joint degree.
Delegasi Sekolah Pascasarjana UM dipimpin Wakil Direktur Yusuf Hanafi, didampingi Toto Nusantara dan Slamet Arifin. Rombongan disambut langsung oleh Vice President TUTE, Mi Jing.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi menegaskan komitmen membangun kolaborasi jangka panjang yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Khususnya, di sektor pendidikan kejuruan.
BACA JUGA:Momentum HUT ke-24 GOW Kota Batu: Kembalinya Qurotu Aini Zadim dan Tekad Sinergi Tanpa Batas
Selain kerja sama akademik, UM juga menawarkan dukungan konkret berupa skema pendanaan kolaborasi internasional. Baik dari internal kampus, kementerian, maupun mitra global.
Pihak TUTE turut memaparkan kekuatan mereka di bidang pendidikan vokasi. Termasuk peran pusat kerja sama internasional yang berfokus pada pengembangan pendidikan teknik lintas negara.
Hasil diskusi juga menekankan pentingnya penguatan riset dan inovasi bersama sebagai fondasi utama kerja sama, guna meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
BACA JUGA:Cak Nur Dorong Pejabat Internal Pemkot Batu Unjuk Kemampuan di Seleksi Terbuka Sekda
Kolaborasi ini dinilai strategis karena tidak hanya meningkatkan kualitas akademik. Tetapi juga membuka akses pengalaman internasional bagi mahasiswa dan dosen kedua kampus.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan menyiapkan langkah teknis implementasi kerja sama. Termasuk, penjajakan program konkret yang dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Langkah ini sekaligus menegaskan posisi UM sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi. Khususnya, dalam pengembangan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri global. (*)
Sumber:











