Pemerintah Kabupaten Malang Dorong Deteksi Dini Kanker Serviks lewat Metode Mandiri
Pemerintah Kabupaten Malang dorong deteksi dini kanker serviks lewat metode mandiri--Pemkab Malang
KEPANJEN, DISWAYMALANG.ID--Pemerintah Kabupaten Malang semakin serius dalam mengupayakan peningkatan derajat kesehatan perempuan, terutama melalui percepatan deteksi dini kanker leher rahim atau kanker serviks. Komitmen ini dipertegas dalam agenda Advokasi Perluasan Implementasi Deteksi Dini yang berlangsung di Ruang Rapat Panji Pulang Jiwo, Kantor Bupati Malang pada Kamis (9/4) pagi.
Langkah strategis ini sejalan dengan program Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI yang menargetkan eliminasi kanker serviks pada tahun 2026 mendatang.
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo MMKes memperkenalkan inovasi terbaru berupa metode self-sampling. Teknik ini memungkinkan perempuan untuk mengambil sampel secara mandiri dengan prosedur yang lebih praktis dan nyaman namun tetap mempertahankan tingkat akurasi yang tinggi.
BACA JUGA:Mahasiswa Asing Ikuti BISMA Summer Course, Pelajari Kopi Banyuwangi dari Hulu ke Hilir
BACA JUGA:FH UB Gelar Pelatihan Pengelolaan Laman Resmi untuk Dukung Digitalisasi dan Layanan Paperless
Dengan adanya kemudahan akses ini, pemerintah berharap partisipasi masyarakat dalam melakukan skrining meningkat secara signifikan sehingga penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat sebelum memasuki stadium lanjut.
Data global menunjukkan bahwa kanker leher rahim merupakan penyebab kematian tertinggi keempat pada perempuan di dunia, dengan angka kasus baru mencapai ratusan ribu setiap tahunnya. Menanggapi realitas tersebut, Wakil Bupati Malang menegaskan pentingnya langkah preventif yang menyeluruh bagi warga di wilayahnya.
“Dalam upaya pengendalian kanker leher rahim, diperlukan langkah-langkah strategis yang meliputi promosi dan edukasi, pemberdayaan masyarakat, deteksi dini pada perempuan usia 30 hingga 69 tahun, tatalaksana pengobatan yang tepat, serta rehabilitasi. Fokus utama pengendalian adalah penemuan kasus sedini mungkin pada kelompok berisiko, guna mencegah kasus ditemukan pada stadium lanjut yang penanganannya lebih kompleks,” jelasnya.
Kabupaten Malang sendiri memiliki tantangan besar dengan jumlah penduduk yang mencapai 2,7 juta jiwa, di mana target sasaran skrining perempuan usia produktif berada di angka 726.610 orang. Meskipun pemerintah menargetkan cakupan sebesar 70 persen dalam tiga tahun, pencapaian sebelumnya baru menyentuh angka sekitar 5,71 persen.
BACA JUGA:Demo Komite GELAP Menguat, Kasus Andri Yunus 'KontraS' Diminta Diusut Tanpa Kompromi
BACA JUGA:Pemkot Malang Terapkan WFH 30 Persen ASN Mulai 10 April
Kondisi inilah yang memicu pemerintah daerah untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih responsif dan mudah diakses, sekaligus memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan guna menekan angka kematian akibat penyakit tidak menular ini.
Lathifah berharap melalui advokasi ini, muncul kesadaran kolektif dari masyarakat maupun jajaran tenaga kesehatan untuk segera mengimplementasikan rencana tindak lanjut di lapangan. Kerja sama yang kuat diyakini menjadi kunci utama agar target eliminasi kanker serviks di Kabupaten Malang dapat tercapai tepat waktu.
“Saya berharap kegiatan ini mampu menghasilkan komitmen nyata, langkah strategis, serta rencana tindak lanjut yang dapat segera diimplementasikan demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Malang,” pungkas Wabup.
Sumber: pemkab malang











